Posts

Pekerja dan Regulasi Negara

Image
Untuk MayDay Berapa jumlah buruh yang ada di Indonesia? Tentunya sangat banyak. Seluruh pekerjaan fisik yang menguras tenaga dan mencurahkan keringat dilakukan oleh buruh fisik. Sementara itu, sebagian kalangan juga menyebut guru sebagai ‘pekerja pendidikan’, atau wartawan dengan istilah ‘kuli tinta’. Kaum pekerja, adalah kaum mayoritas di negeri ini. Keberadaan mereka menjadi penopang bagi aktivitas seluruh elemen—baik pemerintah maupun swasta—di berbagai tingkatan. Tanpa adanya orang-orang yang menggerakkan badan dan mengasah otak demi tercapainya sebuah tujuan korporasi, maka tidak akan tercipta apapun jua. Ada tiga hal yang ingin ditelisik melalui tulisan ini. Pertama adalah tentang jaminan kesejahteraan pekerja, kedua tentang asuransi bagi pekerja dan ketiga adalah kaitan antara investasi dan regulasi baru pemerintah yaitu UU PMA (Penanaman Modal Asing) dengan tenaga kerja Indonesia. Pertama adalah masalah jaminan kesejahteraan pekerja. Berdasar riset ILO (Internation...

Rezeki, Iman, dan Kemiskinan

Image
Suatu saat seorang kawan berujar, “sudah beribadah setiap hari, sholat lima waktu tekun dilaksanakan, bahkan dzikir harian tidak pernah terlewati, tetapi mengapa rezeki yang luas tidak kunjung turun?” Seorang kawan yang lain menimpali, “banyak orang-orang yang jarang ke masjid, melalaikan sholat dan bahkan tidak beriman kepada Allah, tetapi hidup mereka serba kecukupan, fasilitas hidup lengkap dan anak-anak mereka berbahagia.” Ungkapan seperti itu, seringkali kita dengar. Lalu terfikirlah dalam benak saya tentang relevansi antara rezeki dan tingkat keimanan. Adakah relevansi dan korelasi positif—jika iman maka kaya—ataukah sama sekali tidak berhubungan? Sementara itu, bagaimana dengan faktor luar: sistem, struktur dan birokrasi negara, apakah mereka berperan penting? Pertama yang ingin saya uraikan adalah mengenai kalimat “rezeki itu sudah ditetapkan Allah.” Selain rezeki, yang sudah ditetapkan oleh Allah adalah nyawa dan jodoh. Imam Ghazali pernah mengatakan , “Dia (Allah) y...

Khilafah atas Bumi

Image
Ketika Adam diturunkan ke muka bumi, sesungguhnya membawa misi kepemimpinan yang berat. Setelah gunung, langit dan samudera tidak mampu mengembannya. “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi’ (al-Baqarah: 30). Dalam ayat tersebut diceritakan bahwa ternyata misi kepemimpinan Adam awalnya mendapatkan reaksi berupa ungkapan keraguan dari malaikat. Saat itu malaikat berkata, “Mengapa Engkau hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji-Mu dan menyucikan-Mu.” Keraguan malaikat ini mendapat jawaban dari Allah, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. Keraguan malaikat dilatarbelakangi oleh keterbatasan pengetahuannya tentang kemampuan atau kualitas-kualitas yang dimiliki oleh manusia. Selain juga kekhawatiran bahwa Adam akan membuat kerusakan pada bumi. Baru setelah Adam menjelaskan “nama...

Pudarnya Pesona Cleopatra

Image
Dengan panjang lebar ibu menjelaskan, sebenarnya sejak ada dalam kandungan aku telah dijodohkan dengan Raihana yang tak pernah kukenal. “Ibunya Raihana adalah teman karib ibu waktu nyantri di pesantren Mangkuyudan Solo dulu,” kata ibu. “Kami pernah berjanji, jika dikarunia anak berlainan jenis akan besanan untuk memperteguh tali persaudaraan. Karena itu ibu mohon keikhlasanmu,” ucap beliau dengan nada mengiba. Dalam pergulatan jiwa yang sulit berhari-hari, akhirnya aku pasrah. Aku menuruti keinginan ibu. Aku tak mau mengecewakan ibu. Aku ingin menjadi mentari pagi di hatinya, meskipun untuk itu aku harus mengorbankan diriku. Dengan hati pahit kuserahkan semuanya bulat-bulat pada ibu. Meskipun sesungguhnya dalam hatiku timbul kecemasan-kecemasan yang datang begitu saja dan tidak tahu alasannya. Yang jelas aku sudah punya kriteria dan impian tersendiri untuk calon istriku. Aku tidak bisa berbuat apa-apa berhadapan dengan air mata ibu yang amat kucintai. Saat khitbah (lamaran) sekilas kut...

Digugat Wartawan

Kamis malam (19/04) pukul 22.00 kami meninggalkan Banjarmasin. Menaiki sebuah mobil yang disediakan panitia. Satu mobil denganku adalah Arifin Noor, wartawan foto harian Kalimantan Post yang juga dosen komunikasi Universitas Islam Kalimantan (Uniska) dan Iman salah seorang pegawai Qalam Borneo —lembaga training dan penerbit buku. Perjalanan menuju kabupaten Hulu Sungai Selatan, sekitar 4 jam perjalanan dari kota Banjarmasin. Perjalanan melalui Trans-Kalimantan. Melewati kota Banjarbaru jalan masih rata, saat sampai di jembatan Martapura jalan bopeng mulai banyak. Inilah yang menyebabkan minggu-minggu terakhir banyak protes. Baik di media massa, demonstrasi mahasiswa—dipelopori BEM Unlam dan BEM IAIN Antasari—hingga pemblokiran jalan oleh warga sendiri. Truk-truk pengangkut batu bara yang melewati jalan negara menyebabkan kerusakan fatal bagi jalan. Kondisi jalan semakin parah saat mobil menginjak wilayah Binuang dan Rantau, Kabupaten Tapin. Mata susah terpejam walaupun MP4 pla...

Tauhid Tiga Detik

Refleksi keimanan adalah terbentuknya sikap mental seorang muslim yang kokoh. Bukan hanya itu, selanjutnya seorang muslim mampu menampakkan keimanannya dalam seluruh sendi kehidupan, termasuk tata pergaulan dan sistem pemerintahan. Memiliki iman berarti memiliki keyakinan akan hal gaib yang mengatur manusia. Dzat Mahakuasa yang mengendalikan seluruh alam semesta. Pada hakekatnya, manusia adalah makhluk yang seringkali terlupa dan silap dalam hidupnya. Al-Quran memperingatkan hal ini, “dan janganlah kamu lupa kepada Allah, sehingga Allah menjadikan mereka lupa pada diri sendiri” (al-Hasyr: 19). Meskipun demikian, seluruh manusia pernah mengecap naluri keimanan. Raja-raja kafir yang diceritakan al-Quran—yang memusuhi para utusan Allah—juga pernah merasakan itu. Hanya saja, tauhid mereka tidak lebih dari tiga detik. Fragmen pertama ditampakkan oleh Namrudz, raja yang memusuhi Ibrahim ‘ alaihis salam . Kala itu, Ibrahim menghancurkan seluruh berhala yang memenuhi istana Namrudz. Ibrahim di...

Khilafah yang Khilafiyah

Sejarah Islam menorehkan sebuah catatan berharga, Muhammad memang diutus untuk memberi kabar gembira bagi seluruh umat manusia. Kabar kemenangan yang bersifat ukhrawi , kebahagiaan surga abadi bagi manusia-manusia beriman. Sekaligus, pada saat yang sama memberi petunjuk keteraturan dalam bentuk praktek negara Madinah. Konstruksi negara Madinah lalu diadopsi secara konseptual oleh para ilmuwan modern sebagai negara madani, dengan maksud mengambil spirit keadilan yang telah dipraktekkan oleh generasi pertama Islam ini. Generasi khilafah rasyidah empat sahabat mulia (Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali) masih mencatat keberhasilan implementasi ajaran Tuhan. Hanya saja, dalam perjalanan sejarah berikutnya, fragmen penuh darah sempat diperlihatkan oleh penerusnya. Bahkan cucu tersayang Rasulullah, yaitu Husein bin Ali wafat di Padang Karbala. Nasib buruk kaum muslimin lalu jatuh dalam otoritarianisme Muawiyah dan Abbasiyah. Walaupun tetap merupakan negara Islam, namun banyak catatan bagi dua ...