Posts

Showing posts from April, 2007

Rezeki, Iman, dan Kemiskinan

Image
Suatu saat seorang kawan berujar, “sudah beribadah setiap hari, sholat lima waktu tekun dilaksanakan, bahkan dzikir harian tidak pernah terlewati, tetapi mengapa rezeki yang luas tidak kunjung turun?” Seorang kawan yang lain menimpali, “banyak orang-orang yang jarang ke masjid, melalaikan sholat dan bahkan tidak beriman kepada Allah, tetapi hidup mereka serba kecukupan, fasilitas hidup lengkap dan anak-anak mereka berbahagia.” Ungkapan seperti itu, seringkali kita dengar. Lalu terfikirlah dalam benak saya tentang relevansi antara rezeki dan tingkat keimanan. Adakah relevansi dan korelasi positif—jika iman maka kaya—ataukah sama sekali tidak berhubungan? Sementara itu, bagaimana dengan faktor luar: sistem, struktur dan birokrasi negara, apakah mereka berperan penting? Pertama yang ingin saya uraikan adalah mengenai kalimat “rezeki itu sudah ditetapkan Allah.” Selain rezeki, yang sudah ditetapkan oleh Allah adalah nyawa dan jodoh. Imam Ghazali pernah mengatakan , “Dia (Allah) y...

Khilafah atas Bumi

Image
Ketika Adam diturunkan ke muka bumi, sesungguhnya membawa misi kepemimpinan yang berat. Setelah gunung, langit dan samudera tidak mampu mengembannya. “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi’ (al-Baqarah: 30). Dalam ayat tersebut diceritakan bahwa ternyata misi kepemimpinan Adam awalnya mendapatkan reaksi berupa ungkapan keraguan dari malaikat. Saat itu malaikat berkata, “Mengapa Engkau hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji-Mu dan menyucikan-Mu.” Keraguan malaikat ini mendapat jawaban dari Allah, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. Keraguan malaikat dilatarbelakangi oleh keterbatasan pengetahuannya tentang kemampuan atau kualitas-kualitas yang dimiliki oleh manusia. Selain juga kekhawatiran bahwa Adam akan membuat kerusakan pada bumi. Baru setelah Adam menjelaskan “nama...

Pudarnya Pesona Cleopatra

Image
Dengan panjang lebar ibu menjelaskan, sebenarnya sejak ada dalam kandungan aku telah dijodohkan dengan Raihana yang tak pernah kukenal. “Ibunya Raihana adalah teman karib ibu waktu nyantri di pesantren Mangkuyudan Solo dulu,” kata ibu. “Kami pernah berjanji, jika dikarunia anak berlainan jenis akan besanan untuk memperteguh tali persaudaraan. Karena itu ibu mohon keikhlasanmu,” ucap beliau dengan nada mengiba. Dalam pergulatan jiwa yang sulit berhari-hari, akhirnya aku pasrah. Aku menuruti keinginan ibu. Aku tak mau mengecewakan ibu. Aku ingin menjadi mentari pagi di hatinya, meskipun untuk itu aku harus mengorbankan diriku. Dengan hati pahit kuserahkan semuanya bulat-bulat pada ibu. Meskipun sesungguhnya dalam hatiku timbul kecemasan-kecemasan yang datang begitu saja dan tidak tahu alasannya. Yang jelas aku sudah punya kriteria dan impian tersendiri untuk calon istriku. Aku tidak bisa berbuat apa-apa berhadapan dengan air mata ibu yang amat kucintai. Saat khitbah (lamaran) sekilas kut...

Digugat Wartawan

Kamis malam (19/04) pukul 22.00 kami meninggalkan Banjarmasin. Menaiki sebuah mobil yang disediakan panitia. Satu mobil denganku adalah Arifin Noor, wartawan foto harian Kalimantan Post yang juga dosen komunikasi Universitas Islam Kalimantan (Uniska) dan Iman salah seorang pegawai Qalam Borneo —lembaga training dan penerbit buku. Perjalanan menuju kabupaten Hulu Sungai Selatan, sekitar 4 jam perjalanan dari kota Banjarmasin. Perjalanan melalui Trans-Kalimantan. Melewati kota Banjarbaru jalan masih rata, saat sampai di jembatan Martapura jalan bopeng mulai banyak. Inilah yang menyebabkan minggu-minggu terakhir banyak protes. Baik di media massa, demonstrasi mahasiswa—dipelopori BEM Unlam dan BEM IAIN Antasari—hingga pemblokiran jalan oleh warga sendiri. Truk-truk pengangkut batu bara yang melewati jalan negara menyebabkan kerusakan fatal bagi jalan. Kondisi jalan semakin parah saat mobil menginjak wilayah Binuang dan Rantau, Kabupaten Tapin. Mata susah terpejam walaupun MP4 pla...

Tauhid Tiga Detik

Refleksi keimanan adalah terbentuknya sikap mental seorang muslim yang kokoh. Bukan hanya itu, selanjutnya seorang muslim mampu menampakkan keimanannya dalam seluruh sendi kehidupan, termasuk tata pergaulan dan sistem pemerintahan. Memiliki iman berarti memiliki keyakinan akan hal gaib yang mengatur manusia. Dzat Mahakuasa yang mengendalikan seluruh alam semesta. Pada hakekatnya, manusia adalah makhluk yang seringkali terlupa dan silap dalam hidupnya. Al-Quran memperingatkan hal ini, “dan janganlah kamu lupa kepada Allah, sehingga Allah menjadikan mereka lupa pada diri sendiri” (al-Hasyr: 19). Meskipun demikian, seluruh manusia pernah mengecap naluri keimanan. Raja-raja kafir yang diceritakan al-Quran—yang memusuhi para utusan Allah—juga pernah merasakan itu. Hanya saja, tauhid mereka tidak lebih dari tiga detik. Fragmen pertama ditampakkan oleh Namrudz, raja yang memusuhi Ibrahim ‘ alaihis salam . Kala itu, Ibrahim menghancurkan seluruh berhala yang memenuhi istana Namrudz. Ibrahim di...

Khilafah yang Khilafiyah

Sejarah Islam menorehkan sebuah catatan berharga, Muhammad memang diutus untuk memberi kabar gembira bagi seluruh umat manusia. Kabar kemenangan yang bersifat ukhrawi , kebahagiaan surga abadi bagi manusia-manusia beriman. Sekaligus, pada saat yang sama memberi petunjuk keteraturan dalam bentuk praktek negara Madinah. Konstruksi negara Madinah lalu diadopsi secara konseptual oleh para ilmuwan modern sebagai negara madani, dengan maksud mengambil spirit keadilan yang telah dipraktekkan oleh generasi pertama Islam ini. Generasi khilafah rasyidah empat sahabat mulia (Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali) masih mencatat keberhasilan implementasi ajaran Tuhan. Hanya saja, dalam perjalanan sejarah berikutnya, fragmen penuh darah sempat diperlihatkan oleh penerusnya. Bahkan cucu tersayang Rasulullah, yaitu Husein bin Ali wafat di Padang Karbala. Nasib buruk kaum muslimin lalu jatuh dalam otoritarianisme Muawiyah dan Abbasiyah. Walaupun tetap merupakan negara Islam, namun banyak catatan bagi dua ...

Konstitusi Sebagai Kiblat?

Tulisan ini lahir saat terjadinya sebuah drama satire politik di sebuah lembaga dewan. Ijinkan aku menyebutnya kekonyolan politik para pencari kursi. Begini ceritanya, Partai Keadilan Sejahtera mendapatkan kursi mayoritas di DPRD Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Tetapi, itu tidak secara otomatis mengangkat kadernya sebagai ketua DPRD. Koalisi besar lintas parpol--persis seperti yang erjadi di DKI sekarang--menghadang lajunya kader PKS ke kursi ketua dewan. Tidak cukup itu, kini yang kedua kalinya dilakukan langkah penjegalan oleh koalisi lintas parpol. Tuntutannya satu: pecat para wakil ketua DPRD. Dua wakil ketua DPRD ini adalah Faqih Jarjani dan Sirajul Rahman, keduanya dari PKS. Alasannya adalah mekanisme pengangkatan Sekwan yang dianggap menyalahi undang-undang. Kini, renunganku ada pada masalah konstitusi. Konstitusi menjadi koridor bergerak dalam bernegara. Jika ini saling berlawanan, mana yang dimenangkan? Jika ini terus dibiarkan, aku yakin, akan makin banyak sengketa dalam masyar...

Mengapa KAMMI Harus Lahir ?

“Semua ideologi yang berorientasi pada strategi revolusi, menganggap pemuda sebagai tenaga paling revolusioner yang telah dan terjadi di seantero dunia ini” [Fathi Yakan] SEMBILAN tahun yang lalu, tepatnya tanggal 29 Maret 1998, dibacakanlah Deklarasi Malang sebagai proklamasi kelahiran sebuah organ gerakan mahasiswa muslim yang baru, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia. Pembacaan dilakukan oleh Fahri Hamzah, yang kemudian didaulat menjadi ketua pertama dengan didampingi Haryo Setyoko sebagai sekretaris umum. Peristiwa bersejarah itu kemudian diabadikan sebagai hari milad KAMMI. KAMMI muncul sebagai salah satu kekuatan alternatif mahasiswa yang berbasis mahasiswa muslim dengan mengambil momentum pada pelaksanaan Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FS-LDK) X se-Indonesia yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Malang. Acara ini dihadiri oleh 59 LDK yang berafiliasi dari 63 kampus (PTN-PTS) di seluruh Indonesia. Jumlah peserta keseluruhan kurang lebih 200 orang yang no...

Kue Iklan Memang Nyaman

Malam ini, aku menemukan di meja salah satu teman editor, sebuah majalah yang luks tampilannya. Namanya majalah Dewi , salah satu dari grup Femina. Selain Dewi , Femina-Group menaungi Femina sendiri, Gadis (untuk remaja), Ayahbunda (pasangan muda), Fit (cantik, sehat, bugar), CitaCinta (wanita muda masa kini), Pesona (inspiration for u'r life), Men'sHealth (pria aktif dan modern), Seventeen (buat yang memutuskan jadi cantik), ReaderDigest (the little books thats a big read), Estetica (estetika Indonesia), dan Parenting (untuk jadi orang tua). Hebat bukan? Kembali ke Dewi , secara fisik memang majalah ini sangat mewah. Warnanya menyolok mata, gambar wanita cantik menghiasi sampul depannya. Sayang aku tidak terlalu memperhatikan namanya, sepertinya artis dari negeri seberang. Halaman dalam juga demikian, penuh dengan foto artis perempuan yang tidak malu dengan auratnya. Bahkan dieksploitasi untuk sebuah produk. Bahan kertasnya mengkilap, bahkan untuk bagian tengah memakai hardp...