Posts

Showing posts with the label Mahasiswa

Bedah Buku Ijtihad di Markas WAMY Jagakarsa

Image
Selasa (31/8) sore, buku saya yang berjudul Ijtihad Membangun Basis Gerakan , dibedah di markas World Assembly Moslem Youth, di daerah Jagakarsa. Salah satu pembedah adalah Kang Tatang Muttaqin Mansyur. Dia mantan Koordinator Presidium Senat Mahasiswa Universitas Padjadjaran (SM UNPAD) 1995-1996. Sekarang, Kang Tatang bekerja sebagai Kepala Subdit Pendidikan Tinggi di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS. Hadir di bedah buku tadi, elemen ormas kepemudaan dari berbagai gerakan. Lebih lengkapnya, tulisan Kang Tatang, saya posting di sini. Banyak kritik buat buku saya, sangat membangun. Silakan menikmati... MENILIK “IJTIHAD MEMBANGUN BASIS GERAKAN” Oleh: Tatang Muttaqin Mansyur I. PENDAHULUAN Terlebih dahulu, perkenankan saya menyampaikan selamat untuk Mas Amin Sudarsono, penulis “Ijtihad Membangun Basis Gerakan” yang juga pegiat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Semoga tradisi berpikir, beraksi dan menulis semakin marak dilakukan para pegiat ge...

Tanggapan atas Tanggapan

Ideologi, Revolusi dan Marxian Tanggapan atas Tanggapan Pak Yusuf Amin Sudarsono Gembira rasanya, ketika membaca tanggapan yang diberikan oleh Pak Yusuf Maulana (YM) terhadap tiga makalah yang saya tulis. Benar yang telah diungkapkan, bahwa komentar dan tanggapan adalah sebuah sinyal adanya pemecahan kebekuan intelektual, yang selama ini diindikasikan mengalami sebuah stagnasi di kolong langit KAMMI. Mengenai public sphere , saya sama sekali tidak keberatan. Benar pula yang diungkapkan oleh YM bahwa ruang publik akan mengurangi bentuk tradisi hegemoni dalam konteks Tarbiyah. Di ruang ini, seluruh anggota milis berhak untuk mengajukan jawaban, pertanyaan dan tanggapan. Harapan saya, memang, agar makalah awal yang saya kirim ke kawan-kawan di milis ini sebagai pemantik mula bagi pengembangan gagasan konsep gerakan KAMMI secara integral-komprehensif. Dan, pada saat yang sama, sosialisasi bagi seluruh kader. Dalam tiga makalah—yang sebenarnya sudah seringkali saya presentasikan di hadapan ...

Tanggapan oleh Yusuf Maulana [YM]

Tanggapan atas Tiga Risalah Amin Sudarsono Yusuf Maulana Saya senang masih diberi umur untuk membaca tiga risalah dari sahabat baik sekaligus—untuk beberapa segi—muridku: Amin Sudarsono (AS). Tiga risalah—yang masing-masing berjudul “Ideologi KAMMI (IK)”, “Islam, KAMMI, dan Perubahan Sosial (IKPS)”, dan “Mempertanyakan Posisi Suci Mahasiswa” (MPSM) —tersebut sungguh sebuah refleksi pemikiran seorang pengkaji buku daras pemikiran dan praktisi aksi yang perlu untuk direspon. Respon, sebagaimana dimintai penulisnya, merupakan tradisi keintelektualan—tradisi agar tidak terjadi penumpulan ide atau bahkan penghambaan ide di KAMMI. Untuk tujuan terakhir itulah saya harus meminta maaf, karena melanggar “syarat” dari AS, bahwa jawaban atau tanggapan hendaknya langsung dikirimkan ke alamat emailnya, bukan ke milis KAMMI Jogja ini. Saya menginginkan dialektika antar-aktivis tidak perlu ditutupi. Saya ingin membuka apa yang diistilahkan, dan diidealkan oleh, Jurgen Habermas dengan ruang publik. Ad...

Islam, KAMMI dan Perubahan Sosial

Image
“…janganlah sekali-kali kau memetik buah sebelum matang…”[1] ----Michael ayah Iyasu Allah SWT menurunkan wahyu kepada umat manusia melalui nabi-Nya guna menciptakan, merencanakan dan mengarahkan semua urusan alam dan manusia menurut kehendak-Nya. Secara teologis, ini berarti bahwa Allah SWT adalah sumber segala kekuatan, pengetahuan, kebijaksanaan, keadilan dan kasih sayang. Wahyu berarti suatu cara yang diajarkan kepada nabi-Nya untuk memahami dan mengubah realitas dalam sejarah keselamatan manusia. Apabila nabi Adam berjuang menentang kebodohan dan kezaliman, Hud menentang orang-orang yang arogan ( mustakbarîn ), Saleh memperjuangkan kesetaraan, Ibrahim menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan dengan purifikasi tauhid, Syu’aib as melawan ketidakadilan ekonomi, Musa membebaskan kaum buruh, Isa memimpin kaum lemah, maka Muhammad as memperjuangkan berdirinya sebuah tatanan sosial masyarakat yang berdasarkan pada nilai-nilai luhur kebenaran, kesetaraan sosial dan persaudaraan ( ukhuwah )...

Ideologi Gerakan KAMMI

Image
Tulisan ini sebetulnya sudah saya susun semenjak empat tahun yang lalu. Tiba-tiba, hari ini saya ingin mem- posting ke blog ini. Rasanya memang perlu untuk menguak khazanah lama. Pikiran ini sebetulnya ingin saya sempurnakan, setelah melihat realitas gerakan mahasiswa yang agak kabur, utamanya setelah demokratisasi mulai bertumbuhan di negeri ini. Tapi tak ada salah jika kita baca lagi. ======================================================================== “Al-Islâmu huwa tahrîr al-nâs min ‘ibâdat al-ibâd ilâ ‘ibâdat al-Rabb!,” ----Sahabat Rabi’ Apa yang disebut ideologi? Menurut Frans Magnis Suseno [1], ideologi dimaksud sebagai keseluruhan sistem berfikir, nilai-nilai dan sikap dasar rohaniah sebuah gerakan, kelompok sosial atau individu. Ideologi dapat dimengerti sebagai suatu sistem penjelasan tentang eksistensi suatu kelompok sosial, sejarahnya dan proyeksinya ke masa depan serta merasionalisasikan suatu bentuk hubungan kekuasaaan. Dengan demikian, ideologi memiliki fungsi memp...

BJMP Kami

Image
Bulan Juni ini adalah bulan yang paling merosot semangat menulis bagi saya. Entah kenapa, satu bulan ini, tidak ada satu tulisan berbobot yang bisa saya hasilkan. Seakan tidak ada waktu untuk menulis. Walaupun saya sadari, semata-mata karena kemalasan. Jawaban klasik yang sangat menyebalkan. Kata 'malas' sebetulnya adalah akar segala persoalan, sekaligus penghalang kreativitas dan inovasi. Benar kata seorang kawan, "tidak ada yang namanya waktu luang, yang ada adalah: anda harus meluangkan waktu!" Hal ini juga berkaitan dengan jadwal hidup. Kepadatan jadwal kerja, sering menjadi alasan untuk tidak menulis. Padahal menulis adalah saat dimana kelelahan fisik dan mental bertumpuk, lalu curahan sepenuhnya terarah pada tusts keyboard. Media pelampiasan paling privat adalah tulisan. Tidak ada yang akan menginterupsi anda selagi anda menulis di kesendirian. Kemarahan, kegelisahan, kerinduan, dan cinta akan sangat lancar tertuangkan. Bahkan kebuntuan ide seperti yang sedang s...

Seribu Lilin di IAIN Antasari

Image
Minggu malam, 20 Mei 2007, saya memasuki gerbang kampus IAIN Antasari. Saat itu sudah pukul setengah sepuluh malam. Semenjak dari depan gerbang, sepanjang 20 meter ke dalam, kanan kiri jalan dan boulevard kampus penuh dengan lilin. Kerlap-kerlipnya nampak indah dan menimbulkan kesan syahdu. Keheningan yang tercipta sangat cocok untuk refleksi. Ratusan batang lilin lain menyala memenuhi taman, pinggir jalan dan lapangan kampus. Ternyata benar, di halaman Perpustakaan Pusat IAIN Antasari, seratus lebih mahasiswa dan beberap masyarakat berkumpul. Di depan mereka sebuah layar putih menampilkan film. Saya sangat hapal, karena berkali-kali menonton film itu, yakni Tragedi Reformasi 1998. Seperti layar tancap di alam terbuka, penonton menatap dengan seksama. Polisi dan pasukan anti huru-hara mengejar mahasiswa yang hanya bisa berteriak, "Hidup Reformasi". Lalu tendangan dan pukulan aparat menghampiri tubuh kurus dan rambut yang gondrong itu. Malam itu, refleksi reformasi dilakukan d...

Mengapa KAMMI Harus Lahir ?

“Semua ideologi yang berorientasi pada strategi revolusi, menganggap pemuda sebagai tenaga paling revolusioner yang telah dan terjadi di seantero dunia ini” [Fathi Yakan] SEMBILAN tahun yang lalu, tepatnya tanggal 29 Maret 1998, dibacakanlah Deklarasi Malang sebagai proklamasi kelahiran sebuah organ gerakan mahasiswa muslim yang baru, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia. Pembacaan dilakukan oleh Fahri Hamzah, yang kemudian didaulat menjadi ketua pertama dengan didampingi Haryo Setyoko sebagai sekretaris umum. Peristiwa bersejarah itu kemudian diabadikan sebagai hari milad KAMMI. KAMMI muncul sebagai salah satu kekuatan alternatif mahasiswa yang berbasis mahasiswa muslim dengan mengambil momentum pada pelaksanaan Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FS-LDK) X se-Indonesia yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Malang. Acara ini dihadiri oleh 59 LDK yang berafiliasi dari 63 kampus (PTN-PTS) di seluruh Indonesia. Jumlah peserta keseluruhan kurang lebih 200 orang yang no...

Antara Milad Rasul dan Maulid KAMMI: Karena Sekarang Bukan Zaman Abrahah

Merupakan sebuah kebetulan yang terjadi di tahun 2007 ini. Peringatan ulang tahun kelahiran KAMMI yang terjadi setiap tanggal 29 Maret, diikuti selang dua hari dengan jatuhnya penanggalan Hijriyah 12 Rabi’ul Awwal, Maulid Nabi SAW. Maka refleksi kali ini akan mengkaitkan sisi sejarah dua hal itu: Milad Rasul dan Maulid KAMMI. Rasul dilahirkan sebagai pembawa pesan kebenaran, sementara KAMMI dilahirkan sebagai penegak kebenaran yang tercoreng oleh rezim penguasa. Gerakan anak muda yang ini cepat menjadi besar karena 1998 hanyalah momentum, sebelumnya telah ada fase sejarah yang mendewasakan KAMMI sendiri. Akar dari kemunculan anak-anak muda ini menurut Eep Saefullah Fatah (Catatan atas Gagalnya Politik Orde Baru, 1998) bisa dilacak sekurangnya tiga faktor. Pertama , ekses pendidikan politik Orde Baru yang tertutup yang menimbulkan banyak kekecewaan. Ketidakpuasan terhadap mekanisme pendidikan yang tertutup di awal-awal Orde Baru, membuat mereka banyak menggali dan mencari di luar jatah...