Posts

Showing posts with the label Sejarah

Bentuk Dasar Penulisan Sejarah Islam

Image
Makalah ini saya susun ketika masih kuliah di Jurusan Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, pada tahun 2004. Terimakasih saya sampaikan kepada dosen pengampu mata kuliah Historiografi Islam, ibu Herawati, atas pelajarannya tentang sejarah dan kehidupan umat. Jubah besar warna gelap, dipadu jilbab lebar menutup seluruh badan yang sering ibu kenakan, masih lekat di benak saya. *** SEJARAH ditulis un tuk mengingat masa lalu, mengambil peringatan dan ibrah yang dapat disingkap melalui pembacaan komprehensif. Dalam lintasan waktu, Islam sebagai sebuah entitas religius dalam komunitas insani telah meninggalkan warisan panjang berupa historiografi. Islam sangat menghargai sejarah, bahkan ayat-ayat al-Quran yang merupakan kitab suci dan komponen introduksi fundamental bagi d oktrin agama, mayoritas berisi kisah-kisah masa lalu, baik tentang para nabi, umat-umat beriman, kaum yang ingkar, ba hkan penentang agama macam Fir’aun, Hamman dan Jalu...

Ditangkap di Rumah Mertua

Image
H Saroso Sundoro SH, MSi adalah legenda hidup jurnalis Kalimantan Selatan. Sejak berdirinya SKH Banjarmasin Post pada 2 Agustus 1971, lelaki asal Lumajang ini sudah bergabung, hingga 2002 mengundurkan diri karena alasan fisik. Jumat (8/1) sebelum sholat Jumat saya berkunjung ke kediamannya yang asri di Kompleks Wildan No 31 Rt 18 Banjarmasin Tengah. Rumah yang asri dan penuh rimbun pohon. Ruang depan rumah sekaligus menjadi tempat praktek istrinya yang berprofesi sebagai bidan. Mereka menikah tahun 1974. Saat datang pertama kali ke Banjarmasin tahun 1971, Saroso diterima menjadi dosen di Akademi Administrasi Negara (AAN), dengan status pegawai negeri. Meski begitu, hobinya menulis membuatnya tetap ingin masuk ke dunia jurnalistik. “Saat itu, dibuka pendaftaran wartawan bagi koran baru, saya bergabung. Seingat saya, awalnya akan diberi nama Mimbar Demokrasi tapi tidak jadi karena di beberapa daerah sudah ada koran dengan nama serupa. Akhirnya, dipilihlah nama Banjarmasin Post ,” katan...

‘Kemerdekaan Sejarah’ dan ‘Sejarah Kemerdekaan’

Oleh: Amin Sudarsono [1] “Cepat atau lambat, setiap bangsa yang ditindas pasti memperoleh kemerdekaannya kembali; itulah hukum sejarah yang tidak dapat dimungkiri. Hanya soal proses dan cara bagaimana mereka memperoleh kembali kemerdekaan itu yang tergantung pada mereka yang pada saat itu memegang kekuasaan.” —Moh. Hatta dalam Indonesia Merdeka, 1924. Sejarah adalah sebuah relativitas. Karena itu, memahami sebuah narasi historis memerlukan interpretasi yang kontekstual dan manyeluruh untuk menghindari pemihakan secara apriori. Sebuah teks yang diwariskan secara turun temurun sebagai transmiter historis [2] ditafsirkan menurut basis ideologi setiap narator. Biasanya, dalam sejarah sebuah bangsa, penguasa memegang otoritas kebenaran sejarah. Semata karena ada vested interest yang bermain di sana. Karena setiap ilmu tidak neutral value , melainkan value-laden (dimuati nilai-nilai). Menulis sejarah bukanlah sebuah tugas yang mudah. Berbeda dengan penulisan sejarah masa lal...