Posts

Showing posts with the label Banjarmasin

Jangan Mengemis, Nak! Itu Hina...

SEBUAH ruang di pojok belakang lantai dua Kompleks Pasar Lima Atas Banjarmasin. Ruang itu berukuran 7 x 6 meter, bercat biru di pintu dan pinggir jendelanya. Di samping kanan kirinya, berjajar kios yang kotor dan berjejal barang bekas. Di depan pintu masuknya ada penjahit yang mengerjakan ratusan lembar karung plastik. Di pintunya tertempel stiker “Prestasi Yes, Narkoba No!”. Itulah sekolah khusus anak jalanan, satu-satunya di Banjarmasin. Tadi pagi, aku menyambanginya. Untuk mencapai tempat itu, harus melewati kios pedagang yang berjejal di bawahnya. Ketika hujan turun seperti sekarang, hampir tak ada tempat yang tidak berlumpur. Meskipun tadi lantainya bersih, tetap dikotori lumpur yang dibawa alas kaki para pedagang dan pengunjung pasar. Setiap pagi, kecuali Minggu dan hari libur, belasan anak memenuhi ruangan yang berisi 30 meja dan kursi itu. Tata ruangnya benar-benar seperti sekolah dasar pada umumnya. Ada papan tulis di depan kelas, beberapa gambar pahlawan dan jadwal pelajaran...

Robot Anti Narkoba

Image
“Gajahnya mana, Om?,” tanya Adit (4) kepada penjaga tiket. Anak kecil itu ingin naik robot gajah yang menjadi favorit. Enam robot binatang berjalan pelan di lorong lantai satu Duta Mall Banjarmasin. Ada gajah, zebra, onta, badak, sapi dan domba. Ukurannya setengah dari binatang aslinya, namun sudah cukup untuk dinaiki seorang anak. “Berat penumpang maksimal 25 kilogram,” kata Anto (25), penjaga tiket di stan Yada Toys. Pemuda itu berbaju biru lengan pendek, di punggungnya tertera tulisan “Nikmati Petualangan Yada Toys.” Yada Toys adalah perusahaan mainan yang menyewakan robot berbagai jenis binatang untuk dinaiki anak-anak. Berpusat di Jakarta dan telah membuka cabang di berbagai mall di kota besar. Untuk Banjarmasin baru di Duta Mall saja. Ada lima orang yang biasa bertugas, mereka sibuk melayani anak-anak, sambil menjalankan robot binatang. Menurut penuturan Anto, satu hari ada 80 hingga 100 anak yang menaiki robot mereka. Bahkan pada hari Minggu atau libur, mencapai 250 anak. Harga ...

Belajar Bertani Lagi

Kompleks mess berbentuk barak sepanjang 36 meter itu dibagi dalam delapan bidakan (kamar besar) yang berukuran 7 x 4 meter. Berdinding dan beralas kayu lapis. Sementara atapnya memakai seng. Warnanya sudah agak kusam, cat hijau yang menempel di dinding beberapa terkelupas. Di teras bangunan ada pagar setinggi setengah meter. Satu bidakan dibagi dalam tiga ruangan, kamar tamu di depan, kamar tidur di tengah dan dapur. Jumat (1/2) siang saat saya ke sana, kasur lebar dihamparkan di ruang depan rumah Hendy (29), karena kamar tidur penuh dengan perabot yang hendak dibawa pulang. Bangunan itu sudah didiami selama lima tahun bersama anak istri Hendy. Tapi, minggu depan dia sudah akan keluar dari kompleks mess karyawan PT Austral Byna itu. Barang-barangn sudah tertata rapi dalam kardus. Termasuk mainan anaknya, juga sudah masuk kotak. "Saya sedang mencari truk yang bisa mengangkut sampai Surabaya," katanya. Bapak satu anak ini termasuk yang mendapat Pemutusan Hubungan Kerja (P...

Kompleks Mess Mulai Sepi

Suasana pelabuhan kapal ferry yang biasa digunakan menyeberang oleh para karyawan PT Austral Byna, Jumat (1/2) siang tampak ramai. Biasanya, di tempat itu banyak karyawan lalu lalang yang pulang dari shift kerja malam. Tapi, siang itu justru banyak orang pindahan. Beberapa penduduk menggunakan gerobak untuk mengangkut kasur, lemari, meja kursi dan perabot rumah tangga yang lain. Barang-barang itu segera dinaikkan ke atas kelotok yang menunggu di pinggir Sungai Martapura. Kelotok penuh dengan perabotan beberapa keluarga yang satu kali angkut. Menurut salah satu penduduk, mereka yang sudah di-PHK perusahaan, akan pulang ke hulu sungai, sebagian ke Tanah Laut. “Suasana mess sudah tidak seramai dulu. Satu per satu mulai meninggalkan kompleks,” kata Hendy, salah satu karyawan. Ini menyusul keluarnya pengumuman dari perusahaan bahwa mess harus segera kosong maksimum satu bulan lagi. Jika tetap di situ pun, listrik akan diputus oleh PLN. Ketika saya sampai di kompleks mess, banyak ...

PHK 1200 Orang

Kondisi bisnis kayu lapis semakin terpuruk. Perusahaan yang dahulu berjaya, satu per satu mulai tutup. Kali ini giliran PT Austral Byna, Banjarmasin yang mem-PHK seluruh karyawannya. Sekitar 1.200 orang kehilangan mata pekerjaan di pabrik itu. Rabu (30/1) siang, saya sempat mengunjungi areal pabrik itu. Perjalanan melalui pelabuhan Martapura menggunakan kelotok alias perahu kecil khas Banjar. Ongkosnya lumayan, Rp 10 ribu sekali jalan. Saya belum tahu kalau bisa naik motor langsung diangkut ferry dengan biasa Rp 3.000 pulang pergi. Akhirnya saya gunakan taksi air itu. Baik, kembali ke kondisi PT Austral Byna. Siang itu, suasana pabrik tidak terlalu ramai. Sekitar 100 orang keluar masuk bergiliran mengambil cek pesangon di kasir pabrik. Seluruh karyawan, dari manajer hingga satpam seluruhnya diberhentikan oleh perusahaan. Mereka yang telah jelas tidak akan bekerja lagi di perusahaan itu, berhak mendapatkan pesangon sesuai dengan lama kerja. Sejak Senin ...

Ahmadiyah di Banjarmasin

Image
Bangunan itu ada di Jalan Dahlia Kebun Sayur Rt 21 No 7 Kelurahan Mawar Kecamatan Banjarmasin Tengah. Berukuran 15 x 7 meter, berdinding papan bercat hijau, terdiri dari dua lantai. Lantai atas digunakan sebagai masjid, sementara lantai bawah untuk sekretariat. Pagar kayu warna putih membatasinya dengan jalan. Di halaman depan yang selebar tiga meter, berdiri sebuah plang yang menunjukkan disitulah markas Jemaat Ahmadiyah Cabang Banjarmasin. Di plang itu juga ada Laa ilaha illallah Muhammad Rasulullah , di bawahnya ada tulisan Badan Hukum Menteri Kehakiman RI No.JA.5/23/13 Tgl 13-3-1953, yang memberi legalitas penyebaran Ahmadiyah. Di sanalah aktivitas Jemaat Ahmadiyah Cabang Banjarmasin dilakukan. Pemimpinnya bernama Firman Alisyah, mubaligh yang dikirim oleh pusat Ahmadiyah di Parung Bogor sejak dua tahun yang lalu untuk mengawal dakwah Ahmadiyah di Kalimantan Selatan. Bersama istri dan dua anaknya, Firman hijrah ke Banjarmasin. “Seluruh mubaligh sudah mewakafkan hidup untuk Jemaat. ...

Rental Komik, Yuk

Image
Dua anak berseragam SD membolak-balik halaman komik Detektif Conan . Mereka membaca beberapa halaman, lalu meletakkan kembali. Tangannya mencomot komik lain. Sabtu (24/11) siang itu, tempat penyewaan komik Dr Zero di Jl Adhiyaksa Kayu Tangi tampak ramai dikunjungi mahasiswa, pelajar dan anak-anak SD. Ruangan berukuran 3 x 6 meter itu penuh sesak dengan novel, komik dan majalah yang berdiri di jajaran rak berlapis kertas hias. Lampu temaram membuat kesan sejuk di siang yang panas itu. Sehingga ada juga pengunjung yang memilih membaca di tempat. Di sana ada koleksi komik berbagai versi. “Biasanya cowok suka pinjam komik bertema sport , perang-perangan dan ninja,” kata Lathifah (18), penjaga di Dr Zero. Sementara untuk peminjam novel teenlit kebanyakan gadis-gadis remaja. “Soalnya, banyak yang bertema romantis,” ujarnya dengan tersipu. Dia sendiri mengaku suka novel bertema cinta. Saat itu, di tangannya ada novel Scandalous Pride tulisan Diana Hamilton. Harga sewa cukup terjangk...

Olahraga dan Olah Batin

Image
Setiap hari Minggu pagi sehabis Subuh, ada dua aktivitas menarik di lingkungan Masjid Sabilal Muhtadin, yang berada di tengah kota. Pertama adalah orang yang berolahraga, kedua adalah jamaah pengajian di masjid terbesar Banjarmasin itu. Ada olah fisik, ada juga olah batin. Seperti terlihat Minggu (25/11) pagi, jalan di depan Gedung H Djok Mentaya Banjarmasin Post Group sangat ramai. Para pejalan kaki dan pedagang makanan kecil memenuhi seluruh badan jalan. Kebanyakan mereka memakai pakaian olahraga, keringat membasahi wajah mereka. Gadis seusia SMA bergerombol di sudut Taman PKK, bercanda sambil memegang sebungkus pentol di tangan. Sebagian sibuk bercerita tentang mode rambut dan pakaian. Sebelumnya, mereka berjalan mengitari Jl AS Musyaffa, Jl Merdeka, lalu berbelok ke Jl Sudirman, mengelilingi Masjid Sabilal. Ada juga sepasang suami istri. Sang istri menggendong anak kecil di dekapannya. Berjalan pelan, tak tampak bekas keringat di tubuh dan wajah mereka. Berjalan pelan dari h...

Robot Binatang Anti-Narkoba

Image
“Gajahnya mana, Om?,” tanya Adit (4) kepada penjaga tiket. Anak kecil itu ingin naik robot gajah yang menjadi favorit. Enam robot binatang berjalan pelan di lorong lantai satu Duta Mall Banjarmasin. Ada gajah, zebra, onta, badak, sapi dan domba. Ukurannya setengah dari binatang aslinya, namun sudah cukup untuk dinaiki seorang anak. “Berat penumpang maksimum 25 kilogram,” kata Anto (25), penjaga tiket di stan Yada Toys. Stan itu ada di bagian belakang lantai satu Duta Mall. Pemuda itu berbaju biru lengan pendek, di punggungnya tertera tulisan “Nikmati Petualangan Yada Toys.” Yada Toys adalah perusahaan mainan yang menyewakan robot berbagai jenis binatang untuk dinaiki anak-anak. Berpusat di Jakarta dan telah membuka cabang di berbagai mall di kota besar. Untuk Banjarmasin baru di Duta Mall saja. Ada lima orang yang bertugas hari itu. Mereka sibuk melayani anak-anak, sambil menjalankan robot binatang. Menurut penuturan Anto, satu hari ada 80 hingga 100 anak yang menaiki robot merek...

Maaf, Anggota Polri Dilarang Masuk

Di belakang Hotel Banjarmasin Indonesia (HBI), yang terletak di Jalan A. Yani Kilometer 4,5, berdiri bangunan lima lantai. Lampu kerlap-kerlip menghiasi dinding luarnya. Baliho besar menempel di lantai lima. Baliho itu dibuat dari lampu warna-warni, di sana tertera tulisan BOEC (Banjarmasin One-stop Entertainment Center). Sebulan yang lalu, saya ke tempat itu. Lift berkaca transparan naik turun mengangkut orang yang berdatangan. Di gedung itu ada fasilitas spa (mandi lulur), sauna (mandi uap), fitness , aerobik, diskotik dan karaoke. Ruang untuk diskotik dan karaoke adalah tempat yang paling sering dikunjungi orang. Jam menunjukkan pukul 20.30, suasana masih sepi. Biasanya, mulai ramai di atas pukul 23.00. Anak muda Banjarmasin menjadikan gedung ini sebagai wahana hiburan, kencan dan berkumpul bersama kawan-kawan. Meski begitu, kaum setengah baya juga tidak sedikit. Di lantai empat gedungitu terdapat sebuah diskotik besar. Delapan orang berpakaian serba gelap menjaga di depan...

Uang Akhirat untuk Leluhur

Image
Di kota Banjarmasin terdapat dua rumah ibadat yang sudah berusia ratusan tahun. Rumah ibadat yang juga disebut kelenteng itu, satu di antaranya terletak di Jl Kapten Pierre Tendean 36. Bangunan tua bernama Rumah Ibadat Tri Dharma itu sudah berusia 128 tahun. Umat Tri Dharma yaitu mereka yang beragama Budha, Tao dan Konghucu, beribadat di tempat itu. Tulisan “Soetji Noerani” tercetak tebal di bagian atas gapura masuk. Soetji Noerani adalah terjemahan dari Tjhe Sen Kiong . Di atasnya menempel lambang berbentuk lingkaran terbagi dua bagian simetris berwarna hitam dan putih. Tanda itu biasa disebut yin-yang. Cat warna merah menyala dan kuning mendominasi pagar dan dinding di komplek itu. Kaligrafi Cina berwarna merah menempel di dinding bangunan. Warna coklat kusam menandakan kaligrafi itu sudah lama ditempelkan. Dua tiang bulat berdiameter setengah meter di bagian depan menopang atap. Dua patung naga meliliti tiang itu. Lampion bulat transparan bergantung di ujung atap bagian bawah...

Selimut Kabut

Image
Dalam sebuah kabut, uap air yang berada dekat permukaan tanah berkondensasi dan menjadi mirip awan. Hal ini biasanya terbentuk karena hawa dingin membuat uap air berkondensasi dan kadar kelembaban mendekati 100%. Tempat yang p aling berkabut di dunia adalah Grand Banks di lepas pantai pulau Newfoundland, Kanada. Hal ini dikarenakan tempat ini merupakan pertemuan arus Labrador yang dingin dari utara dengan arus Teluk yang hangat dari selatan. Daratan yang paling berkabut di dunia terletak di Point Reyes, California dan Argentia, Newfoundland, yang diselimuti kabut lebih dari 200 hari dalam setahun. [wikipedia] Pagi dini hari tadi, pukul 02.00 saya menyusuri kota Banjarmasin. Ada yang lain kali ini. Kabut tebal menyelimuti kota. Sangat tebal untuk sebuah kota. Itu karena saya belum pernah mengalaminya. Setahu saya, kabut tebal lebih banyak ada di pedesaan atau pegunungan. Tapi, ini di tengah kota. Aneh rasanya. Kabut ini juga bukan kabut asap. Sama sekali tidak ada bau asap. Berbeda...

Mereka Dipelihara Lampu Merah

Tulisan di B anjarmasin Post, 1 Agustus 2007 Ketika kita berjalan melewati sepanjang Jalan Ahmad Yani, di setiap lampu merah pasti bergerombol anak-anak kecil. Pakaian mereka kusut, berdebu, dan banyak yang kedodoran. Karena memang itu pemberian orang. Itupun tak pernah dicuci. Terfikir di benak saya tentang korelasi yang ambigu antara religiusitas masyarakat Kalsel (terutama Banjarmasin) dengan kenaikan jumlah anak jalanan ini. Tentunya maksud religiusitas bukan hanya dalam tataran kultur, tapi juga struktur. Mungkin secara budaya, kita sudah sangat religius. Tetapi secara peraturan daerah, misalnya, belum berpihak kepada mereka yang disebut sebagai kalangan mustadh’afin itu. Kita sudah cukup sering berbicara tentang anak jalanan. Bukan hanya dalam forum besar, seminar atau diskusi publik. LSM yang bergerak mengurusi anak jalanan juga cukup banyak, di Indonesia. Namun, sebuah fakta yang tidak terbantahkan bahwa ternyata semakin hari justru makin bertambah anak-anak kusut itu, di berba...

Seribu Lilin di IAIN Antasari

Image
Minggu malam, 20 Mei 2007, saya memasuki gerbang kampus IAIN Antasari. Saat itu sudah pukul setengah sepuluh malam. Semenjak dari depan gerbang, sepanjang 20 meter ke dalam, kanan kiri jalan dan boulevard kampus penuh dengan lilin. Kerlap-kerlipnya nampak indah dan menimbulkan kesan syahdu. Keheningan yang tercipta sangat cocok untuk refleksi. Ratusan batang lilin lain menyala memenuhi taman, pinggir jalan dan lapangan kampus. Ternyata benar, di halaman Perpustakaan Pusat IAIN Antasari, seratus lebih mahasiswa dan beberap masyarakat berkumpul. Di depan mereka sebuah layar putih menampilkan film. Saya sangat hapal, karena berkali-kali menonton film itu, yakni Tragedi Reformasi 1998. Seperti layar tancap di alam terbuka, penonton menatap dengan seksama. Polisi dan pasukan anti huru-hara mengejar mahasiswa yang hanya bisa berteriak, "Hidup Reformasi". Lalu tendangan dan pukulan aparat menghampiri tubuh kurus dan rambut yang gondrong itu. Malam itu, refleksi reformasi dilakukan d...

Bahkan Wakil Walikota Ikut Push Up

Image
Hari ini ada kesibukan besar di antara para sahabatku. Pagi tadi aku masuk ke ruangan, mereka sedang menggelar sebuah dome (tenda plastik warna-warni). Di sudut ruangan ada tali besar yang biasa untuk repling, setumpuk zak plastik, megaphone, obat-obatan dan perlengkapan P3K. Kaos seragam warna coklat dengan tulisan Pandu Keadilan di punggung, betebaran di lantai. Ternyata, besok pagi para sahabatku ini akan berangkat menuju Desa Malinau, Loksado. Sebuah desa pegunungan dan hutan yang masuk kabupaten Hulu Sungai Selatan. Mereka akan mengikuti acara yang bernama Mukhayyam Pandu Keadilan Menengah I yang dikoordinir oleh deputi Kepanduan Partai Keadilan Sejahtera. Mukhayyam (perkemahan, bhs Arab) berisikan materi ketahanan fisik, juga game-game motivasi dan pembentukan kepribadian, dan pelatihan keterampilan khususnya dilapangan, mungkin dapat disamakan dengan kegiatan dalam Pramuka. Apa yang unik dari acara ini? Ternyata pesertanya adalah seluruh kader inti PKS. Tampak wakil walikota Ban...

Membersamai Ekonom Syariah Jogja

Image
Pagi hingga siang tadi aku membersamai Dr. Muhammad di EFA Guest House Banjarmasin. Aku memoderatori beliau dalam acara IKADI. Dr. Muhammad adalah seorang ahli ekonomi syariah dari Jogjakarta. Beliau salah satu ketua MUI DIY, juga Ketua STEI (dulu STIS) yang terletak di Kotabaru itu. Selain itu, beliau juga pengajar paskasarjana UIN Sunan Kalijaga dan IAIN Antasari Banjarmasin. IKADI (Ikatan Da'i Indonesia) PW Kalimantan Selatan mengadakan sebuah acara Mudzakarah Du'at bertajuk "Membedah Penyakit Riba dalam Tubuh Perekonomian Ummat". Peserta yang hadir dari seluruh ormas keagamaan Islam di Kalimantan Selatan (NU, Muhammadiyah, Hizbut Tahrir) dan institusi keuangan Islam. Termasuk BNI Syariah, Asuransi Takaful dan beberapa BMT. Acara ini diadakan di EFA Guest House komplek Bun Yamin Kertak Hanyar, pinggiran kota Banjarmasin. Sebelum memulai materi, kekhasan Dr. Muhammad untuk bercerita tentang keislamannya. Ayahnya adalah Katholik Jawa sementara sang ibu beragama Kong...

Perjalanan Tujuh Kota

Image
Dibandingkan Jawa, Kalimantan memang raksasa. Perjalananku dua hari ini membuktikan. Membelah Kalimantan, menjelajah tujuh kota. Kebetulan ada kawan kuliah yang mengadakan resepsi pernikahan. Kawan satu organisasi dan sparing partner pemikiran. Bagi anda yang pernah mengenal, namanya adalah Mardhatina Diniy. Diniy menikah dengan seorang ikhwan yang berasal dari sebuah kota bernama Paringin, kabupaten Balangan. Sang mempelai lelaki bernama M. Zaki Mubarak. Mereka berdua sesama alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, tepatnya jurusan Tafsir Hadits fakultas Ushuludin. Sebetulnya sudah mengadakan akad nikah pada November 2005, satu setengah tahun yang lalu. Karena adat Banjar yang agak rumit dan adanya urusan keluarga, akhirnya walimah atau resepsi baru bisa diadakan kemarin. Berikut cerita perjalananku. Berangkat dari Banjarmasin hari Kamis jam 15.00. Berjalan pelan menggunakan motor bersama seorang sahabat dekat semenjak masih di Jogja dulu: M. Arifiani. Melewati kota Banjarbaru lalu kota...

Takziyah di Sarang Preman

Image
Sukariyanto bin Kidjan, aku baca tulisan di selembar kertas yang diletakkan di atas jasad jenazah itu. Diselimuti batik warna hitam kusam tubuh kaku itu membujur miring ke arah kiblat. Ustadzku beranjak mendekat, membuka penutup wajah dan mencium kening sang jenazah dengan takdzim . Wajah dengan jenggot tebal itu tersenyum tenang. Kami mengirimkan doa keselamatan dan kedamaian untuknya di alam barzakh . Malam Sabtu kemarin, selepas Isya bersama kawan-kawan halaqah , aku pergi ke rumah salah seorang saudara yang meninggal dunia. Almarhum adalah aktivis Partai Keadilan Sejahtera di tingkat ranting. Kegiatan terakhir adalah hari minggu kemarin saat ada pengobatan gratis. Menurut cerita para saudara yang lain, beliau masih bercanda dan makan bersama dalam satu lingkaran. Tidak ada tanda-tanda akan mendapatkan sakit. Banyak yang tidak percaya saat dikabarkan akh Sugi--demikian beliau biasa dipanggil--telah meninggal. Pagi itu beliau berangkat kerja ke Pal 6 (daerah ujung timur kota Banjarma...

Budaya, Bahasa, Lintas Banua

Image
Banjarmasin adalah kota yang plural. Menurut sensus tahun 2000 saja, penduduknya sangat beragam. Dalam sensus itu diperoleh data sebagai berikut; Suku Banjar: 417.309 jiwa, Suku Jawa: 56.513 jiwa, Suku Madura: 12.759 jiwa, Suku Bukit: 7.836 jiwa, Suku Bugis: 2.861 jiwa, Suku Sunda: 2.319 jiwa, Suku Bakumpai: 1.048 jiwa, Suku Mandar: 105 jiwa, sisanya: 26.500 jiwa belum teridentifikasi. Jumlah terbanyak tetap urang Banjar, dan peringkat kedua adalah tiyang Djawi . Sebetulnya, dalam sejarah migrasi manusia, diperoleh keterangan bahwa urang Banjar bukanlah asli Borneo (atau Banua , kata orang sini). Suku bangsa Banjar diduga berintikan penduduk asal Sumatera atau daerah sekitarnya, yang membangun tanah air baru di kawasan ini sekitar lebih dari seribu tahun yang lalu. Setelah berlalu masa yang lama sekali akhirnya—setelah bercampur dengan penduduk yang lebih asli, yang biasa dinamakan sebagai suku Dayak dan dengan imigran-imigran yang berdatangan belakangan—terbentuklah setidak-tidakn...