Posts

Showing posts from July, 2007

Mengunjungi Jogja

Baru saja menginjakkan kaki di tanah Jogja. Kembali mengunjungi kota lama yang penuh kenangan dalam hidup saya. Separuh kedewasaan dan perkembangan pemikiran ada di kota ini. Mengenal seluk beluk pengetahuan juga di kota ini. Berkenalan dengan demosntrasi jalanan dan parlemennya juga di sini, termasuk mengenal mas Eko Prasetyo sang Muslim Kiri itu juga di sini. Semoga idealisme selalu beriring jalan dengan konsistensi. Perjalanan tadi menaiki motor dari Purwodadi. Mampir ke Solo mengunjungi markas pergerakan KAMMI, bertemu kawan-kawan yang sibuk mengawal Pilkada Jawa Tengah besok. Hari Sabtu pagi besok, rencananya mereka akan deklarasikan sebuah aliansi yang mengawal demokrasi lokal itu. Mengumpuli para aktivis membuat geliat idealisme menyala terus, minimal atmosfer pemberontakan terhadap ketidakadilan ikut mewarnai hati ini. Dua jam ngebut di jalanan dengan Jupiter, sampai di Prambanan dicegat polisi. Sempritan yang kuat memaksaku berbelok kembali, menaati hukum yang tegak berdiri it...

Menjenguk Tanah Kelahiran

Besok pagi, pukul 08.00 jika jadwal tepat waktu Insya Allah saya akan menumpangi kapal yang melayari Laut Jawa. Menyeberang ke Surabaya menaiki Kumala. Ada perasaan yang mendorong saya untuk menuliskan ini, tentang kerinduan terhadap tanah kelahiran. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia). [Ali Imran 3:8]

Self Esteem, Self Confidence, Pride

Image
Ini adalah nasehat indah dari seorang sahabat... Dua orang lelaki yang datang bertamu ke rumah seorang bijak tertegun keheranan. Mereka melihat si orang bijak sedang bekerja keras. Ia mengangkut air dalam ember kemudian menyikat lantai rumahnya. Keringatnya deras bercucuran. Menyaksikan keganjilan ini salah seorang lelaki ini bertanya, "Apakah yang sedang engkau lakukan hai orang bijak?" Orang bijak menjawab, "Tadi aku kedatangan serombongan tamu yang meminta nasihat kepadaku. Aku memberikan banyak nasihat yang sangat bermanfaat bagi mereka. Merekapun tampak puas dan bahagia mendengar semua perkataanku. Namun, setelah mereka pulang tiba-tiba aku merasa menjadi orang yang hebat. Kesombonganku mulai bermunculan. Karena itu, aku melakukan pekerjaan ini untuk membunuh perasaan sombongku itu." Para pembaca yang budiman, sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua yang benih-benihnya sering muncul tanpa kita sadari. Di tingkat terbawah, sombong sering dise...

Conscientizacao: Antara Fanatis, Naif dan Kritis

Image
“Wahai Ikhwan, sesungguhnya hari dimana di dalam dakwah kita diteriakkan yel-yel figuritas tidak boleh terjadi sama sekali” —Hassan Al-Banna [1] Suatu hari, seorang teman bertanya, ”Jika saat ini aku mendakwakan diri kepadamu sebagai seorang Rasul utusan Tuhan, bagaimana pendapatmu ?” Secara spontan saya jawab, “Non sense, Muhammad adalah khataman nabiyyin (penutup para nabi).” “Lho, kok kamu menolak. Sedangkan Abu Bakar ketika mendengar dakwa Muhammad tentang dirinya sebagai Nabi, langsung mengiyakan. Bisa saja dirimu saat ini memposisikan diri sebagaimana Abu Bakar kala itu.” Dialog singkat itu membuat saya berfikir cukup keras. Kesadaran apakah yang membingkai benak Sayyidina Abu Bakar kala mendengar kesaksian Muhammad sebagai Rasulullah, bahkan—tanpa reserve —langsung membenarkan, hingga gelar al-shiddiq melekati namanya. Tentunya proses pembenaran yang kemudian diikuti laku ketaatan, ketundukan dan anut lampah (mengikuti tradisi), memerlukan seperangkat paradigma pikir hingga...

Tanggapan atas Tanggapan

Ideologi, Revolusi dan Marxian Tanggapan atas Tanggapan Pak Yusuf Amin Sudarsono Gembira rasanya, ketika membaca tanggapan yang diberikan oleh Pak Yusuf Maulana (YM) terhadap tiga makalah yang saya tulis. Benar yang telah diungkapkan, bahwa komentar dan tanggapan adalah sebuah sinyal adanya pemecahan kebekuan intelektual, yang selama ini diindikasikan mengalami sebuah stagnasi di kolong langit KAMMI. Mengenai public sphere , saya sama sekali tidak keberatan. Benar pula yang diungkapkan oleh YM bahwa ruang publik akan mengurangi bentuk tradisi hegemoni dalam konteks Tarbiyah. Di ruang ini, seluruh anggota milis berhak untuk mengajukan jawaban, pertanyaan dan tanggapan. Harapan saya, memang, agar makalah awal yang saya kirim ke kawan-kawan di milis ini sebagai pemantik mula bagi pengembangan gagasan konsep gerakan KAMMI secara integral-komprehensif. Dan, pada saat yang sama, sosialisasi bagi seluruh kader. Dalam tiga makalah—yang sebenarnya sudah seringkali saya presentasikan di hadapan ...

Tanggapan oleh Yusuf Maulana [YM]

Tanggapan atas Tiga Risalah Amin Sudarsono Yusuf Maulana Saya senang masih diberi umur untuk membaca tiga risalah dari sahabat baik sekaligus—untuk beberapa segi—muridku: Amin Sudarsono (AS). Tiga risalah—yang masing-masing berjudul “Ideologi KAMMI (IK)”, “Islam, KAMMI, dan Perubahan Sosial (IKPS)”, dan “Mempertanyakan Posisi Suci Mahasiswa” (MPSM) —tersebut sungguh sebuah refleksi pemikiran seorang pengkaji buku daras pemikiran dan praktisi aksi yang perlu untuk direspon. Respon, sebagaimana dimintai penulisnya, merupakan tradisi keintelektualan—tradisi agar tidak terjadi penumpulan ide atau bahkan penghambaan ide di KAMMI. Untuk tujuan terakhir itulah saya harus meminta maaf, karena melanggar “syarat” dari AS, bahwa jawaban atau tanggapan hendaknya langsung dikirimkan ke alamat emailnya, bukan ke milis KAMMI Jogja ini. Saya menginginkan dialektika antar-aktivis tidak perlu ditutupi. Saya ingin membuka apa yang diistilahkan, dan diidealkan oleh, Jurgen Habermas dengan ruang publik. Ad...

Islam, KAMMI dan Perubahan Sosial

Image
“…janganlah sekali-kali kau memetik buah sebelum matang…”[1] ----Michael ayah Iyasu Allah SWT menurunkan wahyu kepada umat manusia melalui nabi-Nya guna menciptakan, merencanakan dan mengarahkan semua urusan alam dan manusia menurut kehendak-Nya. Secara teologis, ini berarti bahwa Allah SWT adalah sumber segala kekuatan, pengetahuan, kebijaksanaan, keadilan dan kasih sayang. Wahyu berarti suatu cara yang diajarkan kepada nabi-Nya untuk memahami dan mengubah realitas dalam sejarah keselamatan manusia. Apabila nabi Adam berjuang menentang kebodohan dan kezaliman, Hud menentang orang-orang yang arogan ( mustakbarîn ), Saleh memperjuangkan kesetaraan, Ibrahim menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan dengan purifikasi tauhid, Syu’aib as melawan ketidakadilan ekonomi, Musa membebaskan kaum buruh, Isa memimpin kaum lemah, maka Muhammad as memperjuangkan berdirinya sebuah tatanan sosial masyarakat yang berdasarkan pada nilai-nilai luhur kebenaran, kesetaraan sosial dan persaudaraan ( ukhuwah )...

Ideologi Gerakan KAMMI

Image
Tulisan ini sebetulnya sudah saya susun semenjak empat tahun yang lalu. Tiba-tiba, hari ini saya ingin mem- posting ke blog ini. Rasanya memang perlu untuk menguak khazanah lama. Pikiran ini sebetulnya ingin saya sempurnakan, setelah melihat realitas gerakan mahasiswa yang agak kabur, utamanya setelah demokratisasi mulai bertumbuhan di negeri ini. Tapi tak ada salah jika kita baca lagi. ======================================================================== “Al-Islâmu huwa tahrîr al-nâs min ‘ibâdat al-ibâd ilâ ‘ibâdat al-Rabb!,” ----Sahabat Rabi’ Apa yang disebut ideologi? Menurut Frans Magnis Suseno [1], ideologi dimaksud sebagai keseluruhan sistem berfikir, nilai-nilai dan sikap dasar rohaniah sebuah gerakan, kelompok sosial atau individu. Ideologi dapat dimengerti sebagai suatu sistem penjelasan tentang eksistensi suatu kelompok sosial, sejarahnya dan proyeksinya ke masa depan serta merasionalisasikan suatu bentuk hubungan kekuasaaan. Dengan demikian, ideologi memiliki fungsi memp...

Bertemu Kawan Lama

Image
Saat itu saya melintasi Jalan Ahmad Yani, sedang menuju ke sebuah kantor partai. Saat berbelok di pertigaan arah Banjar Permai, tiba-tiba mata saya tertumbuk ke sebuah wajah yang sangat akrab di benak saya. Stang motor tetap ke depan, namun mata saya menatap wajahnya. Ternyata sang pemilik wajah berlaku yang sama. Sesaat setelah sama-sama yakin, kami berteriak, “Hey…”. Bertemu kawan lama memang menyenangkan. Setelah sekian tahun tidak bertemu, tiba-tiba kami saling mendapati, bahkan tidak di Jogja, tapi di Banjarmasin. Kota yang sangat jauh. Saya sama sekali tidak mengira bahwa rumahnya juga di kota ini, tepatnya di Belitung Darat. Dahulu, kami sama-sama aktif di KAMMI DIY. Saya memegang kendali Kastrat, sementara untuk Sosial Masyarakat, dia yang meng- hadlonah -i. Setiap Selasa sore, kami rapat membicarakan agenda kerja satu minggu, sekaligus evaluasi apa yang telah dilakukan. Walaupun sebetulnya saya dulu lebih banyak faktor for fun belaka. Maksud saya, organisasi adalah se...

Kajian di Minamas

Image
Hari Rabu kemarin, saya membersamai para karyawan di PT Minamas melakukan kajian Islam. Minamas adalah sebuah perusahaan kelapa sawit yang sangat besar. Untuk kantor yang di Banjarmasin, mengkoordinir kebun-kebun yang ada di Kalimantan dan Sulawesi. untuk kantor Banjarmasin (terletak di Km 22 menuju Landasan Ulin), sudah bisa diadakan kajian keislaman setiap hari Rabu siang. Di tengah padatnya aktivitas kerja, mereka menyempatkan waktu untuk ngaji juga. Jam yang harusnya dialokasi untuk istirahat digunakan separuhnya untuk mendengarkan para ustadz memaparkan Islam. Saya tidak menjadi ustadz kemarin, hanya membersamai nonton film. Menurut pengelolanya, Pak Hilmi Hasan, agar tidak terjadi kejenuhan sekali-kali diselingi dengan nonton film bareng. Nah, film yang ditonton itu adalah "Hingga Batu Bicara" yang menggambarkan 40 tahun penjajahan Israel di Palestina. Tanggal 16 Juni kemarin, sudah sempat saya bedah bersama teman2, sekarang kita mengulas lagi tentang Palesina. Berbe...