Teknologi dan Efisiensi Beragama
Bagaimana pendapat anda misalnya, seorang khatib Jumat menggunakan multimedia dalam menyampaikan materi khutbahnya? Saya yakin ada yang setuju ada pula yang menolaknya. Saat mengikuti Jumatan kemarin, tiba-tiba terfikir oleh saya akan pertanyaan ini. Gagasan yang saya pikir cukup menarik untuk didiskusikan. Ada yang mendasari hal ini. Fenomena banyaknya jamaah sholat yang memilih untuk tidur ketika khatib mulai naik mimbar. Saya belum pernah melakukan survei, namun saya yakin bahwa hanya sedikit dari jamaah sholat yang menangkap maksud dari khatib. Rasanya sia-sia jika sang khatib yang sudah mempersiapkan materi, menyampaikannya dengan suara yang menggelegar, dan hanya didengarkan sedikit orang. Godaan syetan. Mungkin itu jawaban yang akan diberikan ketika ditanyakan, ”mengapa tidur saat khutbah?” Terlepas dari faktor itu, setidaknya perlu ada upaya agar kengantukan dapat diantisipasi. Salah satunya adalah dengan penggunaan multi media. Saya membayangkan di sebuah masjid disediakan...