Posts

Showing posts from September, 2007

Teknologi dan Efisiensi Beragama

Bagaimana pendapat anda misalnya, seorang khatib Jumat menggunakan multimedia dalam menyampaikan materi khutbahnya? Saya yakin ada yang setuju ada pula yang menolaknya. Saat mengikuti Jumatan kemarin, tiba-tiba terfikir oleh saya akan pertanyaan ini. Gagasan yang saya pikir cukup menarik untuk didiskusikan. Ada yang mendasari hal ini. Fenomena banyaknya jamaah sholat yang memilih untuk tidur ketika khatib mulai naik mimbar. Saya belum pernah melakukan survei, namun saya yakin bahwa hanya sedikit dari jamaah sholat yang menangkap maksud dari khatib. Rasanya sia-sia jika sang khatib yang sudah mempersiapkan materi, menyampaikannya dengan suara yang menggelegar, dan hanya didengarkan sedikit orang. Godaan syetan. Mungkin itu jawaban yang akan diberikan ketika ditanyakan, ”mengapa tidur saat khutbah?” Terlepas dari faktor itu, setidaknya perlu ada upaya agar kengantukan dapat diantisipasi. Salah satunya adalah dengan penggunaan multi media. Saya membayangkan di sebuah masjid disediakan...

Andaikan Maslow Memahami Ramadhan

Image
Perilaku manusia modern sudah diamati oleh Abraham Maslow (1908-1970) dengan seksama. Mereka yang mencari penghidupan, mendapatkan sesuatu yang dianggap berharga dan menunjukkan prestasi. Lalu gejala sosial ini digeneralisasi ilmuwan itu hingga terkonstruk seperangkat teori perilaku manusia. Karena itu, kategorisasi yang berbentuk piramida kebutuhan manusia itu sangat akrab bagi ilmuwan lintas-akademis. Demikian terkenalnya, hingga psikolog, ekonom, manajer, politisi, sosiolog, antropolog dan lainnya meminjam Teori Maslow untuk menganalisis disiplin ilmunya. Bagaimana relevansi teori ini dalam kehidupan manusia? Tulisan ini akan menjadi kritik terhadap teori yang sudah sedemikian mapan dan dianut oleh hampir seluruh intelektual ketika mendefinisikan manu sia. Hal ini akan menjadi menarik jika teori Maslow dikaitkan dengan (ibadah) puasa yang saat ini dijalankan oleh kaum muslimin sedunia. Ada koreksi fundamental ketika memperhadapkan vis-a-vis antara teori Maslow dengan pemahaman p...

Kematian Hantu Mood

Image
Anda pernah mengalami sebuah kemalasan ketika melakukan aktivitas? Atau sebuah kebosanan yang menyesakkan? Merasa aktivitas yang sedang anda lakukan adalah sebuah rutinitas tiada guna? Butuh sebuah kemarahan untuk membuat dobrakan atas kejenuhan. Butuh sebuah kegeraman luar biasa terhadap gejala kemandegan berfikir. Dan yang jelas, butuh kekuatan jari yang mau menari ketika keinginan menulis itu padam. Benar kata para filosof, “aku berfikir maka aku ada”. Namun berfikir belum tentu menulis. Sementara itu, dapat menulis dipastikan berfikir pada saat yang sama. Saya yakin itu, walaupun William ’Sean Connery’ Forrester bilang bahwa menulis itu tidak perlu berfikir. Cukup gerakkan tanganmu. Tapi begitulah manusia, berfikir adalah pekerjaan azali. Manusia ditakdirkan memiliki kerutan-kerutan rumit di permukaan otaknya. Mungkin itu menjadi semacam kanal alur ide dan gagasan yang tersalur secara sempurna dalam keagungan penciptaan. Kita kenal yang namanya ‘mood’, atau setidaknya perna...

Etos Kerja

Image
Bisakah, etos dimaknai sebagai semangat untuk menjalani kehidupan? Bisakah etos diartikan sebagai spirit untuk menapaki hari-hari? Jika bisa, maka saya merasa perlu memaknai secara lebih dalam mengenai persoalan etos ini. Karena dalam kondisi tertentu, etos menjadi samar dalam jiwa. Mungkin anda juga merasakan hal yang sama. Ada saat dimana seorang manusia berada pada titik nadhir keinginan menjadi maju. Maksud saya, tidak ada sedikitpun dalam dirinya, sebuah bayangan berubah menjadi lebih baik—walaupun dia tahu sesuatu itu baik. Pada titik kemalasan paling parah ini, seluruh syaraf tak mampu dikendalikan. Semuanya melakukan perlawanan terhadap pengetahuan yang melekat pada otak. Syaraf menjadi mati rasa dan tidak mau menuruti sebersit keinginan bergerak itu. Kondisi inilah, yang sering kita sebut sebagai “tidak mood”. Jika memaknai mood sebagai perasaan yang enjoyable belaka, maka saya yakin tidak akan ada etos dalam hidup kita. Karena memang, etos adalah bagian dari karakte...