Posts

Showing posts from November, 2007

Rental Komik, Yuk

Image
Dua anak berseragam SD membolak-balik halaman komik Detektif Conan . Mereka membaca beberapa halaman, lalu meletakkan kembali. Tangannya mencomot komik lain. Sabtu (24/11) siang itu, tempat penyewaan komik Dr Zero di Jl Adhiyaksa Kayu Tangi tampak ramai dikunjungi mahasiswa, pelajar dan anak-anak SD. Ruangan berukuran 3 x 6 meter itu penuh sesak dengan novel, komik dan majalah yang berdiri di jajaran rak berlapis kertas hias. Lampu temaram membuat kesan sejuk di siang yang panas itu. Sehingga ada juga pengunjung yang memilih membaca di tempat. Di sana ada koleksi komik berbagai versi. “Biasanya cowok suka pinjam komik bertema sport , perang-perangan dan ninja,” kata Lathifah (18), penjaga di Dr Zero. Sementara untuk peminjam novel teenlit kebanyakan gadis-gadis remaja. “Soalnya, banyak yang bertema romantis,” ujarnya dengan tersipu. Dia sendiri mengaku suka novel bertema cinta. Saat itu, di tangannya ada novel Scandalous Pride tulisan Diana Hamilton. Harga sewa cukup terjangk...

Olahraga dan Olah Batin

Image
Setiap hari Minggu pagi sehabis Subuh, ada dua aktivitas menarik di lingkungan Masjid Sabilal Muhtadin, yang berada di tengah kota. Pertama adalah orang yang berolahraga, kedua adalah jamaah pengajian di masjid terbesar Banjarmasin itu. Ada olah fisik, ada juga olah batin. Seperti terlihat Minggu (25/11) pagi, jalan di depan Gedung H Djok Mentaya Banjarmasin Post Group sangat ramai. Para pejalan kaki dan pedagang makanan kecil memenuhi seluruh badan jalan. Kebanyakan mereka memakai pakaian olahraga, keringat membasahi wajah mereka. Gadis seusia SMA bergerombol di sudut Taman PKK, bercanda sambil memegang sebungkus pentol di tangan. Sebagian sibuk bercerita tentang mode rambut dan pakaian. Sebelumnya, mereka berjalan mengitari Jl AS Musyaffa, Jl Merdeka, lalu berbelok ke Jl Sudirman, mengelilingi Masjid Sabilal. Ada juga sepasang suami istri. Sang istri menggendong anak kecil di dekapannya. Berjalan pelan, tak tampak bekas keringat di tubuh dan wajah mereka. Berjalan pelan dari h...

Kelotok: Usaha Turun Temurun

Image
Sungai Martapura di depan Kantor Walikota Banjarmasin tampak ramai. Puluhan orang menunggu kelotok yang akan mengantar mereka ke tempat tujuan. Alat transportasi air ini masih sangat akrab bagi penduduk Kota Seribu Sungai. Meskipun jalan darat sudah terbangun, masih banyak masyarakat yang memilih kendaraan ini. Mansyah (53), adalah salah satu pemilik kelotok yang beroperasi dari sungai di depan Kantor Walikota Jl RE Martadinata hingga ke Basirih. Dalam sehari, kelotoknya bisa empat kali bolak-balik. Selain itu, dia juga melayani penumpang rombongan yang meminta ke Pulau Kembang atau Pasar Terapung. Kelotoknya mampu mengangkut 30 orang sekaligus. “Sebetulnya jumlah maksimum di surat jalan 12 orang, tapi penumpang tidak mau menunggu kelotok berikutnya,” ujarnya. Sekali jalan, penumpang dipungut bayaran Rp 2.500. Sementara untuk biaya carter ke Pulau Kembang, Mansyah memasang tarif Rp 125 ribu. Penghasilannya meningkat ketika hari libur atau Minggu. Lelaki yang tinggal di Teluk T...

Jualan Sama Keuntungan Beda

Image
Di depan pagar SD Negeri Kampung Melayu 03 dan 09, seratus meter dari halaman parkir Duta Mall Banjarmasin, berjajar penjual makanan kecil. Salah satunya adalah pentol bakso. Bentuknya yang kecil dijual dengan harga Rp 500 dan yang besar Rp 1.000 per buah. Sebuah sepeda jengki tua. Di stangnya ada terompet kecil yang dibunyikan ketika sepeda jalan, menandai bahwa tukang pentol sudah lewat. Aqua botol besar dan jerigen kecil warna putih menggantung di stang itu. Ujung gagang sebuah payung lusuh, yang melindungi penjual dari terik matahari, ditalikan di sadel tempat dudukan sepeda. Dua kotak wadah pentol bergantung di boncengan sepeda. Pada kotak sisi kiri, atasnya terbuat dari kaca berisi pentol terbuat dari bakwan. Sementara kotak sisi kanan berisi panci yang memuat pentol dari tepung rasa daging sapi. Telur dan tahu rebus juga ada di panci itu. Penjualnya bernama Suwoto (55). Memakai kaos hitam lengan panjang, warnanya sudah kusam. Celana bergurat hitam dan topi terbuat dari dau...

Robot Binatang Anti-Narkoba

Image
“Gajahnya mana, Om?,” tanya Adit (4) kepada penjaga tiket. Anak kecil itu ingin naik robot gajah yang menjadi favorit. Enam robot binatang berjalan pelan di lorong lantai satu Duta Mall Banjarmasin. Ada gajah, zebra, onta, badak, sapi dan domba. Ukurannya setengah dari binatang aslinya, namun sudah cukup untuk dinaiki seorang anak. “Berat penumpang maksimum 25 kilogram,” kata Anto (25), penjaga tiket di stan Yada Toys. Stan itu ada di bagian belakang lantai satu Duta Mall. Pemuda itu berbaju biru lengan pendek, di punggungnya tertera tulisan “Nikmati Petualangan Yada Toys.” Yada Toys adalah perusahaan mainan yang menyewakan robot berbagai jenis binatang untuk dinaiki anak-anak. Berpusat di Jakarta dan telah membuka cabang di berbagai mall di kota besar. Untuk Banjarmasin baru di Duta Mall saja. Ada lima orang yang bertugas hari itu. Mereka sibuk melayani anak-anak, sambil menjalankan robot binatang. Menurut penuturan Anto, satu hari ada 80 hingga 100 anak yang menaiki robot merek...

Maaf, Anggota Polri Dilarang Masuk

Di belakang Hotel Banjarmasin Indonesia (HBI), yang terletak di Jalan A. Yani Kilometer 4,5, berdiri bangunan lima lantai. Lampu kerlap-kerlip menghiasi dinding luarnya. Baliho besar menempel di lantai lima. Baliho itu dibuat dari lampu warna-warni, di sana tertera tulisan BOEC (Banjarmasin One-stop Entertainment Center). Sebulan yang lalu, saya ke tempat itu. Lift berkaca transparan naik turun mengangkut orang yang berdatangan. Di gedung itu ada fasilitas spa (mandi lulur), sauna (mandi uap), fitness , aerobik, diskotik dan karaoke. Ruang untuk diskotik dan karaoke adalah tempat yang paling sering dikunjungi orang. Jam menunjukkan pukul 20.30, suasana masih sepi. Biasanya, mulai ramai di atas pukul 23.00. Anak muda Banjarmasin menjadikan gedung ini sebagai wahana hiburan, kencan dan berkumpul bersama kawan-kawan. Meski begitu, kaum setengah baya juga tidak sedikit. Di lantai empat gedungitu terdapat sebuah diskotik besar. Delapan orang berpakaian serba gelap menjaga di depan...

Uang Akhirat untuk Leluhur

Image
Di kota Banjarmasin terdapat dua rumah ibadat yang sudah berusia ratusan tahun. Rumah ibadat yang juga disebut kelenteng itu, satu di antaranya terletak di Jl Kapten Pierre Tendean 36. Bangunan tua bernama Rumah Ibadat Tri Dharma itu sudah berusia 128 tahun. Umat Tri Dharma yaitu mereka yang beragama Budha, Tao dan Konghucu, beribadat di tempat itu. Tulisan “Soetji Noerani” tercetak tebal di bagian atas gapura masuk. Soetji Noerani adalah terjemahan dari Tjhe Sen Kiong . Di atasnya menempel lambang berbentuk lingkaran terbagi dua bagian simetris berwarna hitam dan putih. Tanda itu biasa disebut yin-yang. Cat warna merah menyala dan kuning mendominasi pagar dan dinding di komplek itu. Kaligrafi Cina berwarna merah menempel di dinding bangunan. Warna coklat kusam menandakan kaligrafi itu sudah lama ditempelkan. Dua tiang bulat berdiameter setengah meter di bagian depan menopang atap. Dua patung naga meliliti tiang itu. Lampion bulat transparan bergantung di ujung atap bagian bawah...