Posts

Showing posts from January, 2008

PHK 1200 Orang

Kondisi bisnis kayu lapis semakin terpuruk. Perusahaan yang dahulu berjaya, satu per satu mulai tutup. Kali ini giliran PT Austral Byna, Banjarmasin yang mem-PHK seluruh karyawannya. Sekitar 1.200 orang kehilangan mata pekerjaan di pabrik itu. Rabu (30/1) siang, saya sempat mengunjungi areal pabrik itu. Perjalanan melalui pelabuhan Martapura menggunakan kelotok alias perahu kecil khas Banjar. Ongkosnya lumayan, Rp 10 ribu sekali jalan. Saya belum tahu kalau bisa naik motor langsung diangkut ferry dengan biasa Rp 3.000 pulang pergi. Akhirnya saya gunakan taksi air itu. Baik, kembali ke kondisi PT Austral Byna. Siang itu, suasana pabrik tidak terlalu ramai. Sekitar 100 orang keluar masuk bergiliran mengambil cek pesangon di kasir pabrik. Seluruh karyawan, dari manajer hingga satpam seluruhnya diberhentikan oleh perusahaan. Mereka yang telah jelas tidak akan bekerja lagi di perusahaan itu, berhak mendapatkan pesangon sesuai dengan lama kerja. Sejak Senin ...

Kagum Soeharto

Image
"Beliau adalah sosok yang kebapakan, mengayomi, tutur katanya lembut, murah senyum, sekaligus memiliki wibawa yang besar," ujar Dra Hj Sri Widayati tentang almarhum mantan Presiden Soeharto yang wafat Senin (27/1). Sehari setelah Pak Harto meninggal, saya bersilaturahmi dengan Ibu Sri di rumahnya, Kompleks Perumahan Dosen Unlam, Jalan Cendrawasih Belitung Banjarmasin. Ibu Sri pernah mendapat anugerah sebagai Dosen Teladan Nasional mewakili Universitas Lambung Mangkurat pada 19 Agustus 1992. "Saat itu, saya bertemu langsung, bersalaman dengan Pak Harto dan Ibu Tien di Istana Negara," kenangnya. Ketika bertutur, suaranya menjadi lirih dan bergetar, matanya berkaca-kaca. Satu lagi yang dikagumi dari sosok Soeharto adalah penguasaan sang presiden terhadap suatu masalah sangat dalam. "Saat memberi pengarahan tentang pendidikan, beliau mengetahui masalah hingga detil dan tingkat teknis. Bahkan beberapa pejabat terkejut mendengar paparan Pak Harto. Saking rincinya,...

Ahmadiyah di Banjarmasin

Image
Bangunan itu ada di Jalan Dahlia Kebun Sayur Rt 21 No 7 Kelurahan Mawar Kecamatan Banjarmasin Tengah. Berukuran 15 x 7 meter, berdinding papan bercat hijau, terdiri dari dua lantai. Lantai atas digunakan sebagai masjid, sementara lantai bawah untuk sekretariat. Pagar kayu warna putih membatasinya dengan jalan. Di halaman depan yang selebar tiga meter, berdiri sebuah plang yang menunjukkan disitulah markas Jemaat Ahmadiyah Cabang Banjarmasin. Di plang itu juga ada Laa ilaha illallah Muhammad Rasulullah , di bawahnya ada tulisan Badan Hukum Menteri Kehakiman RI No.JA.5/23/13 Tgl 13-3-1953, yang memberi legalitas penyebaran Ahmadiyah. Di sanalah aktivitas Jemaat Ahmadiyah Cabang Banjarmasin dilakukan. Pemimpinnya bernama Firman Alisyah, mubaligh yang dikirim oleh pusat Ahmadiyah di Parung Bogor sejak dua tahun yang lalu untuk mengawal dakwah Ahmadiyah di Kalimantan Selatan. Bersama istri dan dua anaknya, Firman hijrah ke Banjarmasin. “Seluruh mubaligh sudah mewakafkan hidup untuk Jemaat. ...

Honorer Jadi Pemulung

Image
Di tengah hamparan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Basirih, Kecamatan Banjarmasin Selatan, berdiri tiga buah gubuk berdinding kardus dan triplek serta beratap terpal bekas. Di antara tiga gubuk itu, terlihat seorang laki-laki paro baya sedang menyantap makanan. Dengan berpakaian warna oranye bertuliskan Dinas Kebersihan dan Pengelolaan Sampah Kota Banjarmasin, dia lahap menyantap sayur asam di depannya. Di atas meja yang dibuat dari kayu-kayu bekas bangunan, dia duduk bersila menikmati makan siang. Bau sampah menyengat, anyir dan bagi yang belum pernah masuk areal itu, pasti akan muntah. Lalat berseliweran, menimbulkan suara mendengung aneh. Tapi, hilir mudik lalat yang terkadang singgah di piring sekadar ikut mencicipi makanan, tak dipedulikannya. Sambil menyuap makanan, sesekali memandang keluar gubuk itu. Pria itu bernama Samani (51), warga Handil Puting yang ikut mengais rejeki dari sampah. Dia sebenarnya karyawan honorer di TPA Basirih yang mencari penghasilan tambahan dar...