Jangan Mengemis, Nak! Itu Hina...
SEBUAH ruang di pojok belakang lantai dua Kompleks Pasar Lima Atas Banjarmasin. Ruang itu berukuran 7 x 6 meter, bercat biru di pintu dan pinggir jendelanya. Di samping kanan kirinya, berjajar kios yang kotor dan berjejal barang bekas. Di depan pintu masuknya ada penjahit yang mengerjakan ratusan lembar karung plastik. Di pintunya tertempel stiker “Prestasi Yes, Narkoba No!”. Itulah sekolah khusus anak jalanan, satu-satunya di Banjarmasin. Tadi pagi, aku menyambanginya. Untuk mencapai tempat itu, harus melewati kios pedagang yang berjejal di bawahnya. Ketika hujan turun seperti sekarang, hampir tak ada tempat yang tidak berlumpur. Meskipun tadi lantainya bersih, tetap dikotori lumpur yang dibawa alas kaki para pedagang dan pengunjung pasar. Setiap pagi, kecuali Minggu dan hari libur, belasan anak memenuhi ruangan yang berisi 30 meja dan kursi itu. Tata ruangnya benar-benar seperti sekolah dasar pada umumnya. Ada papan tulis di depan kelas, beberapa gambar pahlawan dan jadwal pelajaran...