Usup Tak Pernah Dapat BLT
Namanya Usup (55). Bukan hanya namanya yang pendek, rejekinya pun sampai saat ini masih pendek. Tak pernah ada bantuan pemerintah bernama BLT mampir di rumahnya. Minggu (25/5) siang, saat saya bertamu ke rumahnya, dia bersila di lantai rumahnya yang seluruhnya dari kayu. Warna biru cat rumah itu sudah kusam. Berbeda dengan rumah di kanan kirinya yang seluruhnya terbuat dari tembok semen dan bercat oranye cerah. Siang itu, perangkat kerjanya berhamburan. Ember hitam berisi air, besi penjepit, satu kotak berisi perangkat reparasi motor, dan ban bekas yang dipotong kecil-kecil. Usup menjalani hidup dengan matapencaharian sebagai tukang tambal ban. Di beranda rumahnya yang hanya seluas 1,5 x 4 itu, dia menerima orderan tambal ban. “Kadang jika kosong, saya mengojek juga. Hanya di depan sini saja,” ujar Usup sambil menunjuk sebuah sepeda motor Honda tua. Plat nomornya bahkan sudah kadaluwarsa. Usup mengaku tak ada biaya untuk perpanjangan surat-surat kendaraan itu. Dalam satu hari, kadang ...