Posts

Showing posts from August, 2008

Nyawa, Takdir dan Kuasa Dokter

Pagi ini, Kamis (28/8), saya hunting foto untuk ilustrasi kesehatan. Akhirnya, masuklah saya ke sebuah rumah bersalin. Dengan menenteng kamera digital Canon S215, saya masuk ke ruangan pemeriksaan umum. Dokter perempuan berjilbab putih itu menyambut ramah. Saya jelaskan maksud kedatangan untuk mengambil foto. Tak lama kemudian, masuklah pasien ibu menggendong bayinya. Saat dokter sedang sibuk bertanya tentang nama dan identitas bayi, tiba-tiba seorang ibu yang lain, menggendong anaknya menyeruak masuk ke dalam ruang. "Dokter.., dokter, anak saya dok," suaranya menggesa. Tergopoh-gopoh, dokter berdiri mengambil anak kecil itu. Saya hanya berdiri kaku di pojok ruang pemeriksaan itu, melihat dokter tergesa mengambil stetoskop, meletakkan di dada si anak. Kulihat muka dokter memucat, raut khawatir sangat nampak di sana. Dia menggeleng-gelengkan kepala. Saya ganti menatap si anak kecil itu. Wajahnya pucat sekali, sudah seputih kertas. Meski tidak seputih jilbab yang dipakaik...

Syahdu Biola di Suropati

Image
Lampu merkuri warna kuning terang di tengah taman itu memendar, menerpa wajah orang-orang yang berkumpul di bawahnya. Hari sudah senja, matahari tak nampak lagi. Bahkan, sore itu rinai gerimis sedikit membasahi langit Jakarta. Tapi, limabelas orang itu tak beranjak. Mereka asyik menggesek biola. Minggu (24/8) sore, tepatnya saat magrib, saya diajak seorang sahabat lama ke Taman Suropati Menteng, Jakarta Pusat. Sampai di taman itu, saya terpesona dengan pohon-pohon tua yang berdiri kokoh mengelilingi taman. Pohon itu tampak berdiri kokoh bagai prajurit penjaga benteng. Dahannya kokoh, daunnya rimbun, sore yang temaram makin membuat kesan angker dan wibawa barisan pohon itu. Beberapa gelintir anak manusia yang duduk di bawah pohon itu, kadang harus dijatuhi beberapa helai daun tua yang rontok mengikuti takdir. Manusia-manusia itu, ada yang sendirian, berpasangan atau bergerombol. Mereka duduk terpisah dan mungkin tak saling kenal. Tapi, saya yakin mereka sepakat, senja itu, kesyahduan me...

Hakekat Pernikahan

Image
Bagi anda yang akan atau baru saja menggenapkan setengah dien, sudah tahukah anda, sadarkah anda tentang hakekat sebuah pernikahan? Bagi yang sudah lama usia pernikahannya, ingatkah anda akan makna akad nikah yang pernah anda ucapkan? Pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan dalam sebuah pelaminan. Allah menetapkan suatu ikatan suci, yaitu akad nikah. Dengan dua kalimat yang sederhana “Ijab dan Qabul” terjadilah perubahan besar, yang haram menjadi halal, yang maksiat menjadi ibadat, kekejian menjadi kesucian, dan kebebasan menjadi tanggung jawab. Maka nafsu pun berubah menjadi cinta dan kasih sayang. Begitu besarnya perubahan ini sehingga Al Qur’an menyebut akad nikah sebagai mitsaqan ghalidzha [perjanjian yang berat]. Hanya tiga kali kata ini disebut dalam al-Quran. Pertama , ketika Allah membuat perjanjian dengan Nabi dan Rasul Ulul ‘Azmi [QS 33 : 7]. Kedua , ketika Allah mengangkat Bukit Tsur di atas kepala Bani Israil dan menyuruh mereka bersumpah setia di hadapan Allah [QS 4 ...