Nyawa, Takdir dan Kuasa Dokter
Pagi ini, Kamis (28/8), saya hunting foto untuk ilustrasi kesehatan. Akhirnya, masuklah saya ke sebuah rumah bersalin. Dengan menenteng kamera digital Canon S215, saya masuk ke ruangan pemeriksaan umum. Dokter perempuan berjilbab putih itu menyambut ramah. Saya jelaskan maksud kedatangan untuk mengambil foto. Tak lama kemudian, masuklah pasien ibu menggendong bayinya. Saat dokter sedang sibuk bertanya tentang nama dan identitas bayi, tiba-tiba seorang ibu yang lain, menggendong anaknya menyeruak masuk ke dalam ruang. "Dokter.., dokter, anak saya dok," suaranya menggesa. Tergopoh-gopoh, dokter berdiri mengambil anak kecil itu. Saya hanya berdiri kaku di pojok ruang pemeriksaan itu, melihat dokter tergesa mengambil stetoskop, meletakkan di dada si anak. Kulihat muka dokter memucat, raut khawatir sangat nampak di sana. Dia menggeleng-gelengkan kepala. Saya ganti menatap si anak kecil itu. Wajahnya pucat sekali, sudah seputih kertas. Meski tidak seputih jilbab yang dipakaik...