Posts

Showing posts from December, 2010

Batam (3): Diskusi Jurnalis Menatap Masa Depan Kepulauan Riau

Image
Agenda utama ke Pulau Batam kemarin adalah Daurah Marhalah II KAMMI Kepulauan Riau di Kota Batam. Acaranya berlangsung sejak 23-26 Desember 2010. Aku mendapat jatah untuk menemani diskusi para jurnalis pada Studium Generale DM II yang digelar pada Kamis, 23 Desember 2010 pagi. Bersama istriku, Alwin Khafidhoh, kami berangkat menaiki Lion Air, jam penerbangan pukul 16.20 WIB. Istriku berangkat dari Bandung dan aku dari kantor PATTIRO di Tebet, karena masih menyelesaikan beberapa pekerjaan. Pukul 15.00 kami sudah bertemu di bandara. Setelah check-in, lalu makan siang (menjelang sore) di restoran dalam bandara. Ternyata, pesawat delay 45 menit. Ya, kami harus menunggu. Tapi tidak terlalu boring , karena istriku bertemu koleganya dari Bengkulu. Mereka bertemu di acara workshop IBP (International Budget Project)-nya Debbie Budlender di Bandung dulu. Pukul 17.10 kami naik, sepuluh menit kemudian terbang. Ternyata, teman sebelahku adalah seorang pelaut. Namanya Anto, dia mengaku asli...

Batam (2): Menguak Luka Lama Perang Vietnam

Image
Pernah mendengar kisah Manusia Perahu? Mereka yang menyeberangi Laut China Selatan untuk menghindari kekejaman akibat perang saudara di Vietnam pada tahun 1979. Ternyata, Indonesia menjadi penyelamat ratusan ribu manusia perahu. Berikut perjalananku bersma istriku ke sana. Masuk ke kompleks memorial manusia perahu Vietnam, kita disambut pos penjagaan berpalang. Ada petugas berseragam yang menunggu di sana. Tiketnya Rp 5.000 saja, tanpa diberi karcis. Aku nggak tahu bagaimana nasib uang ongkos masuk itu. Karena tak ada lembaran tiket yang membuktikan itu untuk retribusi pariwisata. Bisa saja masuk kekantong pribadi penjaga palang, atau ada mekanisme yang aku nggak paham. Motor yang kutumpangi bersama istri tercita melaju pelan. Setelah menempuh perjalanan 60 kilometer—dari Tanjung Piayu hingga Galang Baru—yang panas terik dan pandangan silau karena pantulan batu, kami merasakan sejuk udara di lingkung pohon dan hutan yang mengepung memorial place ini. Angin yang menerpa wajah tadin...

Batam (1): Jembatan Barelang, Tengku Fisabilillah hingga Raja Kecil

Image
Pukul 11.00 WIB, siang sangat terik di Kota Batam. Kota ini ternyata jauh lebih panas dari Jakarta. Kupikir karena tempatnya di dekat dengan khatulistiwa. Jaket yang sudah kusiapkan—dan akhirnya memenuhi tas punggungku—jarang sekali kupakai. Kaos tanpa kerah rasanya lebih nyaman. Tanahnya keras, lebih banyak batu-batuan. Benar kata teman, Batam itu gunungnya dipotong, d anaunya diurug. Kulihat masih banyak gunung setengah tegak yang menyisakan pandangan lapisan batu yang merah, hit am dan kuning cerah. Mungkin mahasiswa Geologi akan berjingkrak se nang melihat batu-batuan itu, tak perlu ekskavasi, tinggal diteliti. Ahad (26/12) siang, setelah pulang dari Singapura sore hari sebelumnya dan mengisi training dua sesi di Daurah Marhalah II KAMMI Kepulauan Riau di Kantor Pemuda dan Olahraga Kota Batam, aku dan Alwin, istriku, bertekad menghabiskan waktu satu hari untuk menelusuri jembatan Barelang, dan berziarah ke lokasi bekas manusia perahu Vietnam di Pulau Galang. Kami menaruh kop...