Posts

PHK 1200 Orang

Kondisi bisnis kayu lapis semakin terpuruk. Perusahaan yang dahulu berjaya, satu per satu mulai tutup. Kali ini giliran PT Austral Byna, Banjarmasin yang mem-PHK seluruh karyawannya. Sekitar 1.200 orang kehilangan mata pekerjaan di pabrik itu. Rabu (30/1) siang, saya sempat mengunjungi areal pabrik itu. Perjalanan melalui pelabuhan Martapura menggunakan kelotok alias perahu kecil khas Banjar. Ongkosnya lumayan, Rp 10 ribu sekali jalan. Saya belum tahu kalau bisa naik motor langsung diangkut ferry dengan biasa Rp 3.000 pulang pergi. Akhirnya saya gunakan taksi air itu. Baik, kembali ke kondisi PT Austral Byna. Siang itu, suasana pabrik tidak terlalu ramai. Sekitar 100 orang keluar masuk bergiliran mengambil cek pesangon di kasir pabrik. Seluruh karyawan, dari manajer hingga satpam seluruhnya diberhentikan oleh perusahaan. Mereka yang telah jelas tidak akan bekerja lagi di perusahaan itu, berhak mendapatkan pesangon sesuai dengan lama kerja. Sejak Senin ...

Kagum Soeharto

Image
"Beliau adalah sosok yang kebapakan, mengayomi, tutur katanya lembut, murah senyum, sekaligus memiliki wibawa yang besar," ujar Dra Hj Sri Widayati tentang almarhum mantan Presiden Soeharto yang wafat Senin (27/1). Sehari setelah Pak Harto meninggal, saya bersilaturahmi dengan Ibu Sri di rumahnya, Kompleks Perumahan Dosen Unlam, Jalan Cendrawasih Belitung Banjarmasin. Ibu Sri pernah mendapat anugerah sebagai Dosen Teladan Nasional mewakili Universitas Lambung Mangkurat pada 19 Agustus 1992. "Saat itu, saya bertemu langsung, bersalaman dengan Pak Harto dan Ibu Tien di Istana Negara," kenangnya. Ketika bertutur, suaranya menjadi lirih dan bergetar, matanya berkaca-kaca. Satu lagi yang dikagumi dari sosok Soeharto adalah penguasaan sang presiden terhadap suatu masalah sangat dalam. "Saat memberi pengarahan tentang pendidikan, beliau mengetahui masalah hingga detil dan tingkat teknis. Bahkan beberapa pejabat terkejut mendengar paparan Pak Harto. Saking rincinya,...

Ahmadiyah di Banjarmasin

Image
Bangunan itu ada di Jalan Dahlia Kebun Sayur Rt 21 No 7 Kelurahan Mawar Kecamatan Banjarmasin Tengah. Berukuran 15 x 7 meter, berdinding papan bercat hijau, terdiri dari dua lantai. Lantai atas digunakan sebagai masjid, sementara lantai bawah untuk sekretariat. Pagar kayu warna putih membatasinya dengan jalan. Di halaman depan yang selebar tiga meter, berdiri sebuah plang yang menunjukkan disitulah markas Jemaat Ahmadiyah Cabang Banjarmasin. Di plang itu juga ada Laa ilaha illallah Muhammad Rasulullah , di bawahnya ada tulisan Badan Hukum Menteri Kehakiman RI No.JA.5/23/13 Tgl 13-3-1953, yang memberi legalitas penyebaran Ahmadiyah. Di sanalah aktivitas Jemaat Ahmadiyah Cabang Banjarmasin dilakukan. Pemimpinnya bernama Firman Alisyah, mubaligh yang dikirim oleh pusat Ahmadiyah di Parung Bogor sejak dua tahun yang lalu untuk mengawal dakwah Ahmadiyah di Kalimantan Selatan. Bersama istri dan dua anaknya, Firman hijrah ke Banjarmasin. “Seluruh mubaligh sudah mewakafkan hidup untuk Jemaat. ...

Honorer Jadi Pemulung

Image
Di tengah hamparan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Basirih, Kecamatan Banjarmasin Selatan, berdiri tiga buah gubuk berdinding kardus dan triplek serta beratap terpal bekas. Di antara tiga gubuk itu, terlihat seorang laki-laki paro baya sedang menyantap makanan. Dengan berpakaian warna oranye bertuliskan Dinas Kebersihan dan Pengelolaan Sampah Kota Banjarmasin, dia lahap menyantap sayur asam di depannya. Di atas meja yang dibuat dari kayu-kayu bekas bangunan, dia duduk bersila menikmati makan siang. Bau sampah menyengat, anyir dan bagi yang belum pernah masuk areal itu, pasti akan muntah. Lalat berseliweran, menimbulkan suara mendengung aneh. Tapi, hilir mudik lalat yang terkadang singgah di piring sekadar ikut mencicipi makanan, tak dipedulikannya. Sambil menyuap makanan, sesekali memandang keluar gubuk itu. Pria itu bernama Samani (51), warga Handil Puting yang ikut mengais rejeki dari sampah. Dia sebenarnya karyawan honorer di TPA Basirih yang mencari penghasilan tambahan dar...

Rental Komik, Yuk

Image
Dua anak berseragam SD membolak-balik halaman komik Detektif Conan . Mereka membaca beberapa halaman, lalu meletakkan kembali. Tangannya mencomot komik lain. Sabtu (24/11) siang itu, tempat penyewaan komik Dr Zero di Jl Adhiyaksa Kayu Tangi tampak ramai dikunjungi mahasiswa, pelajar dan anak-anak SD. Ruangan berukuran 3 x 6 meter itu penuh sesak dengan novel, komik dan majalah yang berdiri di jajaran rak berlapis kertas hias. Lampu temaram membuat kesan sejuk di siang yang panas itu. Sehingga ada juga pengunjung yang memilih membaca di tempat. Di sana ada koleksi komik berbagai versi. “Biasanya cowok suka pinjam komik bertema sport , perang-perangan dan ninja,” kata Lathifah (18), penjaga di Dr Zero. Sementara untuk peminjam novel teenlit kebanyakan gadis-gadis remaja. “Soalnya, banyak yang bertema romantis,” ujarnya dengan tersipu. Dia sendiri mengaku suka novel bertema cinta. Saat itu, di tangannya ada novel Scandalous Pride tulisan Diana Hamilton. Harga sewa cukup terjangk...

Olahraga dan Olah Batin

Image
Setiap hari Minggu pagi sehabis Subuh, ada dua aktivitas menarik di lingkungan Masjid Sabilal Muhtadin, yang berada di tengah kota. Pertama adalah orang yang berolahraga, kedua adalah jamaah pengajian di masjid terbesar Banjarmasin itu. Ada olah fisik, ada juga olah batin. Seperti terlihat Minggu (25/11) pagi, jalan di depan Gedung H Djok Mentaya Banjarmasin Post Group sangat ramai. Para pejalan kaki dan pedagang makanan kecil memenuhi seluruh badan jalan. Kebanyakan mereka memakai pakaian olahraga, keringat membasahi wajah mereka. Gadis seusia SMA bergerombol di sudut Taman PKK, bercanda sambil memegang sebungkus pentol di tangan. Sebagian sibuk bercerita tentang mode rambut dan pakaian. Sebelumnya, mereka berjalan mengitari Jl AS Musyaffa, Jl Merdeka, lalu berbelok ke Jl Sudirman, mengelilingi Masjid Sabilal. Ada juga sepasang suami istri. Sang istri menggendong anak kecil di dekapannya. Berjalan pelan, tak tampak bekas keringat di tubuh dan wajah mereka. Berjalan pelan dari h...

Kelotok: Usaha Turun Temurun

Image
Sungai Martapura di depan Kantor Walikota Banjarmasin tampak ramai. Puluhan orang menunggu kelotok yang akan mengantar mereka ke tempat tujuan. Alat transportasi air ini masih sangat akrab bagi penduduk Kota Seribu Sungai. Meskipun jalan darat sudah terbangun, masih banyak masyarakat yang memilih kendaraan ini. Mansyah (53), adalah salah satu pemilik kelotok yang beroperasi dari sungai di depan Kantor Walikota Jl RE Martadinata hingga ke Basirih. Dalam sehari, kelotoknya bisa empat kali bolak-balik. Selain itu, dia juga melayani penumpang rombongan yang meminta ke Pulau Kembang atau Pasar Terapung. Kelotoknya mampu mengangkut 30 orang sekaligus. “Sebetulnya jumlah maksimum di surat jalan 12 orang, tapi penumpang tidak mau menunggu kelotok berikutnya,” ujarnya. Sekali jalan, penumpang dipungut bayaran Rp 2.500. Sementara untuk biaya carter ke Pulau Kembang, Mansyah memasang tarif Rp 125 ribu. Penghasilannya meningkat ketika hari libur atau Minggu. Lelaki yang tinggal di Teluk T...