Posts

Jangan Mengemis, Nak! Itu Hina...

SEBUAH ruang di pojok belakang lantai dua Kompleks Pasar Lima Atas Banjarmasin. Ruang itu berukuran 7 x 6 meter, bercat biru di pintu dan pinggir jendelanya. Di samping kanan kirinya, berjajar kios yang kotor dan berjejal barang bekas. Di depan pintu masuknya ada penjahit yang mengerjakan ratusan lembar karung plastik. Di pintunya tertempel stiker “Prestasi Yes, Narkoba No!”. Itulah sekolah khusus anak jalanan, satu-satunya di Banjarmasin. Tadi pagi, aku menyambanginya. Untuk mencapai tempat itu, harus melewati kios pedagang yang berjejal di bawahnya. Ketika hujan turun seperti sekarang, hampir tak ada tempat yang tidak berlumpur. Meskipun tadi lantainya bersih, tetap dikotori lumpur yang dibawa alas kaki para pedagang dan pengunjung pasar. Setiap pagi, kecuali Minggu dan hari libur, belasan anak memenuhi ruangan yang berisi 30 meja dan kursi itu. Tata ruangnya benar-benar seperti sekolah dasar pada umumnya. Ada papan tulis di depan kelas, beberapa gambar pahlawan dan jadwal pelajaran...

Awalnya Video Mantenan

Tertatih-tatih, Hasbi melangkah di Pelabuhan Trisakti. Raut mukanya menunjukkan keletihan. Kuyu tak ada gairah hidup. Untung ada teman-teman sekolahnya seperti Ajay, Yudi, Andre dan Ian. Mereka menjadi ‘obat’ bagi Hasbi melupakan ketergantungannya pada narkoba. Transformasi hidup lantas dilakukan Hasbi. Dia tekun mendalami agama. Menjadi seorang santri. "Aku ingin hidup normal. Aku ingin menikmati hidup tanpa menjadi budak narkoba. Hidup yang indah dan penuh warna," kata Hasbi. Sebuah film pendek. Durasinya hanya 26 menit. Sebetulnya lumayan panjang dibanding short film yang lain. Judulnya Save Me Diary , berkisah tentang seorang anak bernama Hasbi yang kena candu narkoba. Sampai masa pertobatan melalui sebuah pesantren di Banjarmasin. Film itu ditampilkan dalam sebuah even bernama 3 Cities Short Film Festival yang digelar di Taman Budaya Kalsel di Jalan Hasan Basry, tepat di seberang kampus Universitas Lambung Mangkurat pada Kamis dan Jumat, 20-21 Maret 2008 lalu. Even itu ...

Temukan Candumu

Siang terik. Matahari menggigit. Usai liputan di lapangan yang menguras keringat, aku kembali ke kantor. Hendak naik ke lantai empat ruang redaksi. Bayanganku, ruang ber-AC yang sangat nyaman akan mengelus kulit dengan kesejukan. Sepatu kets, celana jins dan kaos berkerah kukenakan. Berjalan cepat menuju lift. Di depan pintu lift, ada bos yang juga mau naik. “Enerjik sekali kamu hari ini,” katanya. “Biasalah pak, baru mood,” balasku. Lalu kami masuk ke dalam. Hanya kami berdua. Matanya memandang ke diriku, dari atas ke bawah lalu tersenyum. “Kamu mesti segera menemukan candumu. Hidup itu butuh motivator, penyemangat. Kalau belum kamu temukan, gaya enerjikmu itu akan cepat luruh,” lanjutnya. Aku terdiam sampai lift merambat naik dan pintu terbuka. “Ingat itu, segera temukan candumu,” lanjut bos sambil melangkah keluar. Meninggalkan aku dalam ketermanguan. Pendek, hanya dua menit mungkin. Tapi, kata-katanya itu berbekas dan jadi pemantik renunganku. Benar kata bos, candu itu dibutuhkan. ...

Bayi Telantar Itu

Image
Satu minggu ini, konsentrasi saya tercurah penuh pada satu sosok mungil yang menggemaskan. Setiap hari saya datang ke kamarnya. Membelai lembut kulitnya, mengelus rambut tipisnya, kadang mencubit pipi yang agak tembem itu. Setiap datang, saya lihat dia tersenyum manja, lalu terkekeh. Hatiku mulai jatuh cinta padanya. Sosok itu adalah bayi yang menghebohkan publik Kalimantan Selatan. Ceritanya begini. Senin (4/2) pukul 21.45 Wita, seorang wanita mengaku bernama Novia (21) yang sedang hamil tua, datang ke IGD Rumah Sakit Ansari Saleh Banjarmasin. Dia sendirian. Saat ditanya tentang suaminya, “Masih di belakang. Sebentar lagi menyusul,” ujar Novia. Lalu, ibu muda itu dimasukkan ke ruang bersalin di Ruang Mutiara B4. Selasa (5/2) subuh, ketuban sudah pecah dan proses kelahiran akan terjadi. Dalam catatan medis, tepat pukul 04.50 Wita, lahirlah seorang bayi lelaki. “Proses kelahiran sangat lancar dan spontan,” ujar bidan Helmina yang membantu proses persalinan. Tapi, para perawat melihat ke...

Ditangkap di Rumah Mertua

Image
H Saroso Sundoro SH, MSi adalah legenda hidup jurnalis Kalimantan Selatan. Sejak berdirinya SKH Banjarmasin Post pada 2 Agustus 1971, lelaki asal Lumajang ini sudah bergabung, hingga 2002 mengundurkan diri karena alasan fisik. Jumat (8/1) sebelum sholat Jumat saya berkunjung ke kediamannya yang asri di Kompleks Wildan No 31 Rt 18 Banjarmasin Tengah. Rumah yang asri dan penuh rimbun pohon. Ruang depan rumah sekaligus menjadi tempat praktek istrinya yang berprofesi sebagai bidan. Mereka menikah tahun 1974. Saat datang pertama kali ke Banjarmasin tahun 1971, Saroso diterima menjadi dosen di Akademi Administrasi Negara (AAN), dengan status pegawai negeri. Meski begitu, hobinya menulis membuatnya tetap ingin masuk ke dunia jurnalistik. “Saat itu, dibuka pendaftaran wartawan bagi koran baru, saya bergabung. Seingat saya, awalnya akan diberi nama Mimbar Demokrasi tapi tidak jadi karena di beberapa daerah sudah ada koran dengan nama serupa. Akhirnya, dipilihlah nama Banjarmasin Post ,” katan...

Robot Anti Narkoba

Image
“Gajahnya mana, Om?,” tanya Adit (4) kepada penjaga tiket. Anak kecil itu ingin naik robot gajah yang menjadi favorit. Enam robot binatang berjalan pelan di lorong lantai satu Duta Mall Banjarmasin. Ada gajah, zebra, onta, badak, sapi dan domba. Ukurannya setengah dari binatang aslinya, namun sudah cukup untuk dinaiki seorang anak. “Berat penumpang maksimal 25 kilogram,” kata Anto (25), penjaga tiket di stan Yada Toys. Pemuda itu berbaju biru lengan pendek, di punggungnya tertera tulisan “Nikmati Petualangan Yada Toys.” Yada Toys adalah perusahaan mainan yang menyewakan robot berbagai jenis binatang untuk dinaiki anak-anak. Berpusat di Jakarta dan telah membuka cabang di berbagai mall di kota besar. Untuk Banjarmasin baru di Duta Mall saja. Ada lima orang yang biasa bertugas, mereka sibuk melayani anak-anak, sambil menjalankan robot binatang. Menurut penuturan Anto, satu hari ada 80 hingga 100 anak yang menaiki robot mereka. Bahkan pada hari Minggu atau libur, mencapai 250 anak. Harga ...

Tagana Urusi Pernikahan

Image
Hendak menikah? Persiapannya tentu harus matang. Untuk sebuah resepsi pernikahan yang mengundang banyak orang, tentu harus disiapkan mulai dari tenda, makanan, dan pernik lainnya. Penyewaan perlengkapan fasilitas acara perkawinan di Kota Banjarmasin cukup banyak. Ternyata bukan hanya pihak swasta, sebuah unit teknis penanggulangan bencana di bawah naungan Dinas Sosial juga ikut menyediakan fasilitas tersebut. Satuan Unit Tagana (Taruna Siaga Bencana) yang bermarkas di Gang 20, Jalan Sutoyo S Banjarmasin Tengah, dalam waktu senggangnya menyewakan tenda dan melayani jasa memasak nasi untuk acara perkawinan dan lain-lain. Mereka sudah terlatih bongkar pasang tenda dan memasak dalam jumlah banyak pada saat pembuatan dapur umum di kantong-kantong bencana. Demikian dikatakan Rihani Amin (34), salah seorang petugas Tagana. Anggota Taruna Siaga Bencana itu menambahkan, dia bersama tim pada hari-hari tertentu melayani penyewa tenda untuk berbagai acara, dengan izin komandannya. “Kami ti...