Posts

Belajar Sukses Advokasi: Air Bersih untuk Warga Jingkol

Tulisan ini memuat cerita tentang pengalaman lapangan advokasi anggaran di Dusun Jingkol yang termasuk dalam wilayah administratif Kabupaten Kendal. Sebuah kisah tentang keberhasilan akses anggaran daerah oleh organisasi masyarakat sipil yang digawangi oleh PATTIRO (Pusat Telaah dan Informasi Regional) Kendal dan jaringan perempuan. Secara geografis, dusun ini termasuk di Desa Kedungboto Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal Provinsi Jawa Tengah. Arah baratdaya dari Kota Semarang, ibukota provinsi Jawa Tengah. Letaknya di balik perbukitan, biasa disebut oleh warga setempat dengan nama Perbukitan Wuluhgambir, termasuk dataran tinggi di lereng Gunung Ungaran. Posisi Dusun Jingkol benar-benar terpencil. Untuk bisa mencapai daerah itu, harus melewati jalanan terjal bebatuan tanpa aspal yang naik turun dan menyeberangi sungai. Dusun tersebut ditempati 146 kepala keluarga dengan keseluruhan penduduknya berjumlah 499 jiwa. Tahun 1999, Mistari didaulat menjadi kepala Dusun Jingkol oleh warganya...

Iklan dan Akuntabilitas

Akhir-akhir ini, layar televisi sering menayangkan iklan layanan masyarakat yang dibuat oleh Depdiknas. Iklan yang salah satunya memunculkan Bu Mus—tokoh utama film Laskar Pelangi —itu mengabarkan tentang adanya sekolah gratis alias tanpa biaya. Bahasa iklan memang biasa: selalu bombastis, provokatif dan lebih sering tidak sesuai dengan kenyataan. Di sana lebih banyak dihembuskan angin surga. Terlepas dari motif politis, banyak orangtua yang berbinar matanya tiap iklan itu ditayangkan. Meski begitu, semua orangtua sudah tahu di mayoritas sekolah, bayaran selalu ditarik. Benar bahwa ada komponen pembiayaan yang tidak perlu dibayar orangtua murid, seperti buku pelajaran dan uang peralatan fisik. Namun sekolah ternyata masih kekurangan biaya. Untuk menutupi kekurangan, beberapa berinisiatif menjemput sumbangan orangtua murid secara sukarela, ada juga yang mewajibkan jumlah pungutan tertentu. Bahkan ada yang membuka lini bisnis dan pengembangan usaha kreatif untuk menambah pembiayaan. Tida...

Jangan Lagi Salah Anggaran

Amin Sudarsono Pegiat PATTIRO Jakarta Jumlah Alokasi Dana Khusus (DAK) untuk pendidikan yang sifatnya untuk perbaikan fisik sekolah pada 2009 sudah mencapai angka Rp 9,3 triliun. Namun, mengapa di televisi, koran dan media lainnya masih saja diberitakan banyak sekolah yang ambruk atau keropos bangunannya. Pertanyaan itu wajar muncul ke permukaan karena antara jumlah angka dengan result tidak berimbang. Ada yang salah di sini. Rencananya, berdasar Rencana Kerja Pemerintah (RKP), dalam APBN 2010, total anggaran pendidikan akan mencapai Rp 195,636 triliun atau rasionya 20 persen dari total alokasi belanja negara yang jumlahnya sekitar Rp 330 triliun. Porsi anggaran pendidikan 2010 itu berarti turun hingga Rp 11,777 triliun dibandingkan dengan tahun 2009, seiring dengan berkurangnya belanja pemerintah. Pada 2009 pemerintah pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp 207,413 triliun atau 21 persen dari total alokasi belanja negara yang besarnya Rp 333,5 triliun. Meski turun jum...

Bumi Bergetar di Bandara

Jogjakarta. Tiga tahun lalu, 27 Mei 2006. Hingga pukul 02.00 WIB dini hari saya belum bisa tidur. Tiket pesawat Merpati Air penerbangan Jogjakarta-Ternate saya pegang erat sambil rebahan santai di lantai beralas sajadah. Rumah kontrakan saya di Dusun Krangkungan Condongcatur sudah sepi. Teman-teman sudah lelap, tapi saya masih belum bisa terpejam mata. membayangkan akan pergi jauh ke tanah seberang. Merantau pertama kali ke negeri yang jauh: tanah Maluku Kieraha. Dua minggu sebelum hari keberangkatan ke Maluku Utara itu, saya sibuk mempersiapkan hal-hal yang perlu dibawa. Pak Zulkarnain, guru saya sejak di Jogja, sudah pindah ke Pulau Bacan, Maluku Utara tiga bulan sebelumnya. Beliau mendapat amanat untuk belanja peralatan pemerintah daerah yang seluruhnya alat elektronik, yaitu kamera digital, laptop dan handycam. Seingat saya, total nilai seluruhnya hampir Rp 200 juta. “ Antum (kamu) yang bawa belanjaan itu ke Ternate ya. Beli tiket pesawat Merpati Airlines, langsung dari Jogja ke Te...

Bonsai dan Sequoia

Image
Orang Jepang memelihara pohon yang lazim disebut bonsai, pohon ini indah dan dibentuk dengan sempurna walaupun tingginya hanya dalam hitungan sentimeter. Di California ditemukan pohon raksasa hutan yang bernama Sequoia. Salah satu pohon raksasa ini diberi nama Jenderal Sherman dengan ketinggian mencapai 90 meter seakan menembus langit dan lingkar batang hingga 26 meter. Pohon raksasa ini begitu hebat sehingga jika ditebang akan menghasilkan kayu bangunan yang cukup untuk membuat 35 buah rumah dengan lima kamar. Pada saat berbentuk biji, bonsai dan Jenderal Sherman berukuran sama kecil, masing2 beratnya kurang dari satu miligram. Setelah keduanya dewasa, terjadi perbedaan ukuran yang luar biasa dan kelihatan seperti peristiwa yang sederhana saja, tetapi kisah di balik perbedaan ukuran itu mengandung pelajaran dalam kehidupan manusia. Ketika pohon Bonsai mulai menyembulkan tunasnya di muka bumi, orang Jepang mencabutnya dari tanah dan mengikat pokok akar dan sebagian cabang akarnya, deng...

Tinggalkan Tandamu, Buatlah Karya

Tahukah Anda ? Joan Of Arc hanya berusia 19 tahun ketika dia mengepalai sepasukan tentara untuk memerdekakan Perancis dari Inggris. John Calvin berusia 26 tahun saat dia mempublikasikan “lembaganya”. Sir Isaac Newton menemukan hukum gravitasi pada saat dia berusia 23 tahun. Henry Clay, “compromiser besar”, dikirim ke senat Amerika pada usia 29 tahun dan menjadi juru bicara perwakilan rakyat AS pada usia 34 tahun. Raphael menggambarkan karya besarnya antara usia 25 sampai 30 tahun. Mozart hanya hidup selama 35 tahun. Tentu saja, kebanyakan dari kita tidak akan pernah mencapai posisi seperti individu-individu yang luar biasa di atas. Setiap kita merupakan potongan dari pola yang unik. Tetapi, kebanyakan orang merasa bahwa mereka harus meninggalkan sesuatu yang lebih dari keberadaanya di dunia. Waktu aku masih muda, aku ingin membuat sesuatu. Setelah beberapa tahun, aku menyadari bahwa aku harus mengisi hidupku dengan mengamati banyak hal yang terjadi. Saat ini, aku sering menemukan bahw...

Mulai Menulis Lagi

Seorang penyair tidak akan menulis bait-bait syair ketika tak ada gundah di hatinya. Musisi kritis model Iwan Fals juga tidak akan berkarya jika tak ada gulana dalam sanubari. Tidak ada balur cat di tubuh kanvas pelukis jika dia sudah mati rasa terhadap keadaan sekelilingnya. Kepekaanlah yang menuntun seorang mencipta karya. Dan, saya merasa semenjak tidak bekerja lagi sebagai wartawan, kepekaan saya menjadi surut ke belakang. Akhir-akhir ini saya merasa berdosa saat menengok rumah lama yang satu ini. Sama sekali tidak pernah saya sentuh sejak September 2008. Genap lima bulan berlalu, tak ada pembenahan apapun pada bangunan maya ini. Banyak kawan bertanya kenapa tidak ada posting apapun di blog ini. Lama-lama saya merasa risih juga, terlebih ketika membaca tulisan saya sendiri Mandul Setelah Menikah . Sejak menikah usai Lebaran kemarin, memang saya sangat jarang menulis untuk blog. Pernikahan memang membawa konsekuensi panjang. Awalnya adalah urusan teknis pernikahan seperti surat-sura...