Pulau Seribu (1): Digoncang Ombak di Teluk Jakarta
Pagi yang dingin di udara Jakarta, kami diantar Tatang Yusuf, marketing Muda Cendekia, menuju dermaga Muara Angke. Jakarta sepi sekali pagi itu, tampaknya semua orang sudah lelah berpesta malam harinya. Pesta tahun baru yang menyisakan sampah di jalan protokol dan gang-gang sempit perumahan Jakarta. Pesta yang kadang hilang makna selain hura-hura. Gembira dan bahagia tapi hidup statis dan nggak berubah. Semoga Anda, memiliki tahun baru dengan optimisme dan perubahan hidup yang lebih baik. Mobil melaju kencang, sama sekali tak ada kemacetan--langka sekali keadaan ini. Jalan tol juga lapang. Di atas fly over, semburat matahari pagi indah sekali. Warna emas memancar dari ufuk timur, muncul dari balik beton-beton gedung dan bangunan, bagai raksasa tidur berdiri. Terdiam di atas jasad kota tua yang dibangun Fatahillah ini. Pikiran saya melayang, memikirkan kota yang makin sumpek, sesak, panas dan penuh polusi. Kota ini butuh pengaturan, agar semua orang bisa hidup layak, tinggal layak dan...