Posts

Showing posts from June, 2007

"Nanti Kekurangan Mahar Adik Tutupi"

Image
Anda tahu seorang satpam atau penjaga malam sebuah kantor? Saya sering bertemu dengan berbagai tipe tukang jaga malam. Ada yang galak, suka menggertak, ada yang ramah tapi perlu recehan, ada juga yang sudah memahami cara melayani tamu dengan baik. Tapi, saya baru menemui seorang tukang jaga malam yang sholehnya minta ampun. Tilawahnya selalu terdengar di belakang meja resepsionis, setiap jam sholat selalu bergegas mengambil air wudhu. Sholat sunnahnya tidak ketinggalan, dan mulutnya selalu berkomat-kamit melafal dzikir sembari matanya mengawasi pintu masuk kantor serta tamu yang lalu lalang. Selain itu profesionalitasnya teruji saat menerima telefon. Salam hangat diikuti menyebut institusi kantornya, lalu bertanya lembut, ini dengan bapak siapa? Begitu juga saat ada tamu yang datang--baik mengajukan proposal penawaran, permohonan bantuan, atau sekedar pengemis yang mampir. Dipersilakan duduk, disuguhi minuman segar. Kawan saya itu bernama Riduan. Panggilan sehari-hari adalah Riduan. Ta...

BJMP Kami

Image
Bulan Juni ini adalah bulan yang paling merosot semangat menulis bagi saya. Entah kenapa, satu bulan ini, tidak ada satu tulisan berbobot yang bisa saya hasilkan. Seakan tidak ada waktu untuk menulis. Walaupun saya sadari, semata-mata karena kemalasan. Jawaban klasik yang sangat menyebalkan. Kata 'malas' sebetulnya adalah akar segala persoalan, sekaligus penghalang kreativitas dan inovasi. Benar kata seorang kawan, "tidak ada yang namanya waktu luang, yang ada adalah: anda harus meluangkan waktu!" Hal ini juga berkaitan dengan jadwal hidup. Kepadatan jadwal kerja, sering menjadi alasan untuk tidak menulis. Padahal menulis adalah saat dimana kelelahan fisik dan mental bertumpuk, lalu curahan sepenuhnya terarah pada tusts keyboard. Media pelampiasan paling privat adalah tulisan. Tidak ada yang akan menginterupsi anda selagi anda menulis di kesendirian. Kemarahan, kegelisahan, kerinduan, dan cinta akan sangat lancar tertuangkan. Bahkan kebuntuan ide seperti yang sedang s...

Jebakan "Masa Lalu"

"Perih dalam kalbu Membayang masa depan Mengkhayal akan datang Terjebak masa lalu Terikat imajinasi semu" Menumbuhkan orientasi masa depan merupakan sebuah tugas setiap manusia. Setiap orang memiliki tahapan kemajuan hidup, semakin dewasa semakin kompleks persoalan hidupnya. Ada tantangan baru, ada keinginan baru, ada usaha yang lebih keras untuk mencapainya. Artinya, pedoman hidup mengalir saja adalah pedoman di akhir usaha. Bukan di awal. Yakin bahwa Tuhan sudah mencukupi rejeki dan menetapkan segala takdir pasti; jodoh dan mati, merupakan hal yang harus dilakukan setelah usaha keras luar biasa. Mari berdialog dengan diri sendiri. Berapa usiamu? Berapa waktu yang telah kau habiskan untuk berbuat kebajikan? Berapa juga yang untuk ke-bajingan? Mari jujur dengan nurani. Mari membuka diri sejujur-jujurnya. Mengungkapkan apa yang ’menjadi kenyataan’ dan bukan ’apa yang diimpikan’. Semua itu untuk menuntun diri memahami apa yang harus segera dilakukan dan diperbuat. Itu harus dit...

Puisi Seadanya Mengenai Isi KEPALA

Puisi ini ditulis oleh penyairnya dengan bahasa yang diusahakan sangat seadanya, yang kira-kira bisa dipahami oleh setiap anak yang baru mengenal sejumlah kata-kata, sebab penyair itu merasa begitu ketakutan bahwa kematiannya akan menjadi sempurna jika ternyata tak seorangpun memahami kata-katanya. Jangan salah sangka. Ia takut bukan karena kawatir akan kehilangan kepala, melainkan justru ia sangat mendambakan betapa bahagianya kalau pada suatu hari ia kehilangan kepala. Masalahnya - terus terang saja - kepala itu sudah bertengger di atas lehernya hampir tigapuluh tahun. Baginya ini merupakan beban yang teramat berat dan membuat ia merasa tidak normal. Karena teman-temannya yang normal pada umumnya hanya menyangga satu kepala paling lama lima tahun, bahkan ada yang hanya satu dua tahun, malah ada juga yang sesudah dua tiga bulan sudah berganti kepala. Penyair kita ini sudah menghubungi Tuhan ribuan kali melalui salat, wirit dan tarikat, demi memperoleh kejelasan resmi mengenai keanehan...