Posts

Showing posts from October, 2012

Membubarkan Ormas Islam?

Penulis ingin mengangkat tiga hal penting tentang pro kontra RUU Ormas. Pertama tentang pembubaran, kedua pendanaan, ketiga ormas Islam sebagai gerakan kontra terorisme. Tulisan ini adalah pendapat penulis untuk mendapat masukan dan pemantik diskusi substantive untuk perbaikan UU Ormas nanti. Pertama , tentang pembubaran ormas radikal, anarkis dan anti demokrasi. Siapa saja ormas radikal, anarkis, dan anti demokrasi yang sering dibicarakan itu? Tentu tidak sembarang tunjuk organisasi, jika tidak disertai fakta, bukti yang kuat dan dilandasi kriteria yang lugas. Kriteria itupun harus dipahami bersama dan ormas Islam harus dalam frekuensi yang sama dalam penyikapan. Karena itu, penting sekali diadakan diskusi antar ormas Islam untuk mendapatkan perspektif yang adil dan berada dalam titik temu yang sama. Jika yang terjadi adalah anarkisme atau kekerasan terhadap pihak lain, yang merugikan dan terbukti sah secara hukum, maka kewajiban aparat untuk segera menindak, menangkap pelaku ...

Perhelatan Besar Anak Bangsa

Barisan pengendara sepeda motor mengular sepanjang jalan di Pantai Utara (pantura) Jawa. Iringan truk, bus, dan mobil pribadi dengan berbagai merek, memenuhi jalan yang dibangun Jenderal Daendels itu. Ya, kesibukan ini selalu berulang, terus terjadi, setahun sekali. Rentang waktunya biasanya sekitar dua minggu, tujuh hari sebelum Idul Fitri, dan ke arah sebaliknya, tujuh hari sesudah Lebaran. Dalam menyambut hari kemenangan (Idul Fitri) setelah melewati ujian di bulan Ramadhan ada satu tradisi unik di Indonesia, yaitu mudik. Suatu peristiwa budaya yang tidak hanya bertumpu pada silaturahim, lebih dari itu, mudik merupakan ajang atau tempat berkumpul sesama kerabat di kampung halaman. Sedih, gembira, tangis dan tawa bercampur menjadi satu cerita untuk berbagi kenikmatan (tahaaduts bi ni’mah). Mudik dalam perspektif budaya memerlukan momentum bulan Ramadhan. Dari sanalah kekuatan paguyuban di kampung halaman membuncah sebagai salah satu unsur pembentuk komunikasi spiritual dan so...

Rutinitas yang Memandulkan

Dulu, saya pernah menulis sebuah sindiran untuk kawan yang semula rajin menulis, tiba-tiba berhenti setelah menikah. Bukan berhenti total sebenarnya, hanya saja intensitas yang sangat jarang. Setelah sekian lama, terbukti bahwa saya yang termakan dengan kata-kata itu. Kena tulah atas postingan.